Kanker Kerongkongan

Kanker kerongkongan terjadi saat akumulasi sel abnormal membentuk sebuah tumor pada lapisan dalam kerongkongan. Setelah sel kanker bertumbuh hingga bagian dinding kerongkongan, sel kanker dapat menyebar hingga kelenjar getah bening, aorta (pembuluh darah besar), dan bagian tubuh lainnya, termasuk paru-paru, hati, dan perut.
 


Jenis Kanker Tenggorokan

  • Karsinoma sel skuamosa (SCC) adalah pertumbuhan sel abnormal yang membentuk lapisan di tenggorokan, yang dominan di bagian pangkal dan bagian tengah tenggorokan.
  • Adenokarsinoma berkembang dari sel kelenjar tenggorokan


Faktor Risiko

Saat ini, penyebab utama kanker tenggorokan belum diketahui. Tetapi, faktor yang bisa meningkatkan risiko berkembangnya kanker kerongkongan di antaranya:

  • Usia: Orang di antara 45 – 70 tahun memiliki resiko paling tinggi.
  • Kelamin: Kanker tenggorokan lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita.
  • Rokok: Risiko bisa bertambah sesuai dengan lamanya seseorang merokok dan jumlah rokok yang dihisap.
  • Alkohol: Minuman keras dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker tenggorokan, terutama SCC.
  • Perubahan pra-kanker pada sel tenggorokan (Esofagus Barret) bisa menyebabkan adenokarsinoma.
  • Kekurangan mineral: Tidak mengkonsumsi buah dan sayur-sayuran yang cukup dapat menyebabkan kekurangan mineral.
  • Obesitas


Gejala

Kanker tenggorokan tidak menunjukkan gejala yang terlihat di stadium awal. Tetapi, gejala-gejala berikut akan terjadi di stadium lanjut:

  • Kesulitan untuk menelan, terutama makanan padat, seperti daging, roti, atau sayur-sayuran. Di stadium lanjut, kanker ini menjadi cukup besar dan dapat membatasi makanan yang masuk melalui tenggorokan dan bahkan sakit saat menelan air.
  • Rasa tidak nyaman di dada atau mulas
  • Perut kembung, gangguan pencernaan
  • Mual
  • Tersedak saat menelan
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba
  • Batuk
  • Rasa sakit di tenggorokan atau di belakang tulang dada


Diagnosa

  • Dokter akan memeriksa riwayat kesehatan pasien dan melakukan pemeriksaan fisik
  • Pasien akan diberikan campuran barium dan air untuk diminum. Barium untuk sementara akan melapisi bagian tenggorokan, perut dan usus halus. Gambar sinar-X bisa menunjukkan tumor atau kelainan.
  • Endoskopi pencernaan bagian atas adalah prosedur yang membantu dokter mengangkat sampel dari jaringan yang abnormal untuk pemeriksaan lebih lanjut.
  • Endoskopi ultrasonik dapat membantu dokter mengevaluasi seberapa besar kanker telah tumbuh dan apakah kanker itu sudah menyebar ke organ di dekatnya.
  • Biopsi biasanya dilakukan saat endoskopi pencernaan bagian atas.
  • Tomografi terkomputasi (CT scan) menghasilkan gambar 3-dimensi dari organ bagian dalam dan membantu dokter untuk mengamati lokasi dan penyebaran penyakit secara lebih pasti dibandingkan sinar-x standar.


Pengobatan

Pengobatan kanker tenggorokan melibatkan kolaborasi dari tim dokter professional dari berbagai bidang, seperti dokter bedah, dokter radiologi, dan dokter onkologi, yang bersama-sama merencanakan pengobatan yang tepat bagi setiap pasien. Pilihan pengobatan tergantung pada:

  • Besar, lokasi dan bentuk dari sel kanker
  • Stadium dan penyebaran dari kanker
  • Kesehatan pasien secara keseluruhan


Pilihan Pengobatan

IMG
IMG
IMG
 
Rating score: 10,00 of 10, based on 4 vote(s)