Penyakit Radang Usus

  • Font Size
  • A 
  • A 
  • A

Apa itu penyakit radang usus?

Penyakit radang usus mengacu pada peradangan kronis dari lapisan mukosa usus atau sistem pencernaan, dengan jenis penyakit utamanya yaitu kolitis ulserativa dan penyakit Crohn.

Gejala penyakit radang usus

Kolitis ulserativa dan penyakit Crohn keduanya dikarakteristikkan dengan terjadinya peradangan lapisan mukosa pada usus, sehingga kedua penyakit ini memiliki gejala yang sama. Tetapi jangkauan lokasi peradangan berbeda untuk setiap penyakit. Kolitis ulserativa dan penyakit Crohn terlihat sebagai keletihan, kehilangan napsu makan dan terkadang terjadi demam, dengan gejala spesifik yang berhubungan langsung dengan usus.
 
Gejala-gejala ini termasuk buang air besar tidak teratur yang disertai lendir dengan/atau darah, diare berat, dan sakit perut. Peradangan ini bisa mengakibatkan kekurangan darah melalui usus. Kekurangn ini, yang bisa mengambil bentuk yang disebut "gaib" atau perdarahan tersembunyi, hanya bisa dideteksi dengan tes khusus dan dapat menyebabkan anemia karena kehilangan zat besi.
 
Baik pada kolitis ulserativ maupun penyakit Crohn, gejala yang terjadi tidak hanya di bagian usus. Lebih dari 25% pasien mengalami rasa sakit atau bahkan peradangan (radang sendi) di sendi yang besar maupun kecil di tulang belakang atau panggul. Seperti peradangan sendi lain, menyebabkan pembengkakkan, rasa sakit, dan membatasi pergerakan. Bagian kulit pasien yang mengidap radang usus juga akan bereaksi dengan membentuk daerah berwarna ungu-kemerahan yang terasa sakit dan menebal, pada umumnya terjadi di bagian tangan dan kaki. Terkadang gejala ini juga terjadi dengan munculnya pembengkakan di bagian mata, terutama pada bagian selaput pelangi dan kongjungtiva. Kedua penyakit ini juga tidak biasanya terhubung dengan inflamasi di bagian hati.

Kolitis Ulserativa

Kolitis ulserativa, hanya mempengaruhi bagian usus besar, biasanya fase akut ini ditandai dengan diare (tercampur dengan lendir dan/atau darah). Tingkat keparahan diare tergantung pada kadar inflamasi dan sampai sejauh mana peradangan di usus. Diare mungkin sangat parah di beberapa kasus di mana seluruh usus besar terpengaruh. Namun, jika hanya bagian akhir dari usus besar (sigmoid atau rektum) yang terpengaruh, kotoran mungkin lebih padat tetapi bekas darah bisa terdeteksi.

Penyakit Chron

Penyakit Crohn bisa mempengaruhi usus kecil dan usus besar. Pada fase awal, penyakit ini bisa menyebabkan sedikit gejala atau tidak sama sekali, dan khusus di beberapa kasus dimana hanya sebagian dari usus besar yang terpengaruh atau sama sekali tidak terpengaruh, mungkin tidak akan terkena diare. Dalam banyak kasus, mungkin ada rasa sakit yang terkadang tidak bisa dibedakan dengan usus buntu. Penyakit Crohn berhubungan dengan kekurangan gizi pada tahap awal, yang menyebabkan berat badan turun secara signifikan.
 
Pada beberapa pasien penyakit ini bisa terlihat dengan terjadinya peradangan di daerah dubur, yang menyebabkan terbentuknya fistula dan abses. Fistula adalah saluran seperti tabung yang dilapisi dengan sel-sel inflamasi. Mungkin menghubungkan dua organ berongga atau terbuka ke bagian luar kulit atau membran mukosa dubur. Fistula ditemukan pada 30% pasien yang menderita penyakit Crohn.
 
Jika ada luka yang bernanah pada daerah dubur, terutama jika luka ini sering terulang, disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih dalam pada usus besar. Setiap kali seorang pasien melaporkan terjadinya beberapa gejala tersebut, dokter harus mempertimbangkan kemungkinan terjadinya radang usus.

Penyebab radang usus

Penyebab sebenarnya dari radang usus masih belum diketahui. Kemungkinan besar, peradangan yang terus terjadi pada bagian usus besar berhubungan dengan interaksi yang kompleks antara faktor lingkungan dan kemungkinan penyakit bawaan untuk masalah ini. Kecenderungan genetik memerlukan faktor-faktor lain, seperti virus atau bakteri, perubahan perilaku gizi atau mengkonsumsi bahan pengawet tertentu atau makanan tambahan lainnya, atau gangguan sistem kekebalan tubuh atau halangan di pencernaan.
 
Sampai hari ini tidak ada bukti definitif yang telah ditemukan untuk membuktikan hubungan antara faktor-faktor ini dan berkembangnya radang usus. Sangat memungkinkan bahwa faktor lingkungan memainkan peran yang penting. Di samping itu, sangat diragukan bahwa radang usus terjadi karena infeksi penyakit. Oleh karena itu, penyakit itu tidak bisa ditularkan kepada orang lain.
 

Pemeriksaan radang usus

Jika anda merasa mengidap radang usus, anda bisa mengambil tes-tes berikut untuk mendapatkan kepastian:
  • Tes fisik seluruh tubuh, terutama bagian perut dan dubur.
  • Tes laboratorium, terutama tes darah dan tes kotoran, yang bisa memperlihatkan tanda-tanda umum peradangan.
  • Tes USG pada perut untuk mendeteksi apakah ada perubahan, seperti membesarnya usus dan menebalnya dinding usus.
  • Endoskopi untuk melihat lapisan dalam saluran pencernaan.
  • Tes radiologi, seperti X-ray, MRI, dan CT scan.

Pengobatan untuk radang usus

Pilihan pengobatan untuk radang termasuk pengobatan, pengendalian gizi, dukungan emosional dan operasi.
 
Tujuan utama dari pengobatan adalah untuk meringankan gejala-gejala pada pasien (diare, sakit, dan kehilangan darah) dan, jika berhasil, untuk mencegah agar tidak kambuh.
 
Hal yang penting untuk dicatat adalah pasien dengan penyakit Crohn yang berhenti merokok mengurangi kemungkinan untuk kambuh sebesar 60% dengan kurun waktu lebih dari dua tahun.

Nutrisi bagi mereka yang mengidap radang usus

Walau makanan tidak menyebabkan radang usus tetapi bisa menyebabkan atau memperburuk gejala penyakit ini saat penyakit ini kambuh. Tujuan dari pengaturan nutrisi bagi penderita radang usus adalah untuk memodifikasi pola makan mereka untuk mengurangi gejala pencernaan sambil tetap menjaga asupan gizi yang memadai. Dokter anda bisa memberikan penilaian nutrisi untuk menentukan apakah anda mendapatkan kalori, vitamin dan mineral yang cukup. Ketika kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi, dokter mungkin menyarankan suplemen cair.

Menangani radang usus

Meskipun radang usus adalah penyakit kronis yang memiliki periode untuk remisi dan kambuh, kebanyakan orang memiliki umur yang normal dan banyak yang memiliki kualitas hidup yang baik. Bagi mereka yang memiliki gejala kronis dan terus kambuh:
  1. Ketahuilah tubuh anda dan bagaimana radang usus mempengaruhi anda.
  2. Belajar untuk mengurus diri sendiri – memiliki kontrol atas hal-hal yang bisa Anda kendalikan.
  3. Mengembangkan sistem pendukung untuk anda: keluarga, teman dan kelompok pendukung.
  4. Pastikan untuk mengikuti instruksi dari tim medis Anda.