Transplantasi Sel Punca atau Sumsum Tulang

Transplantasi sel punca , atau juga dikenal dengan transplantasi sumsum tulang, digunakan untuk mengobati penyakit darah, seperti anemia aplastik, kegagalan sumsum tulang, dan kanker darah, dan juga untuk mengembalikan sel pembentuk darah pada tubuh.


Jenis Transplantasi Sel Punca

  • Transplantasi sel punca autologus
  • Transplantasi sel punca alogenik dari sumber berikut:
    • 100% Antigen leukosit manusia (HLA) cocok (Donor cocok yang berhubungan)
    • Donor dengan 1 sampai 3 poin HLA tidak cocok (donor tidak cocok)
    • Donor yang tidak berhubungan dengan 100% HLA yang cocok (Donor cocok tidak berhubungan)
    • Donor yang merupakan saudara, orangtua, orangtua atau anak penerima dengan 50% HLA cocok (donor haploidentical)


Sumber Sel Punca

Sel punca bisa diambil dari sumber berikut:

  • Sumsum tulang
  • Aliran darah
  • Plasenta/darah dari tali pusar


Penyakit atau kondisi yang bisa diobati dengan transplantasi sel punca

  • Transplantasi sel punca autologous digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit berikut:
    • Multiple myeloma – Kanker sel plasma
    • Limfoma
    • Leukemia
    • Penyakit autoimun parah yang tidak bisa dikendalikan dengan obat-obatan
  • Transplantasi sel punca alogenik juga digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit berikut:
    • Limfoma
    • Leukemia
    • Anemia aplastik
    • Paroksismal Nokturnal Hemoglobinuria (PNH)
    • Defisiensi Imunitas Kombinasi Parah (SCID)
    • Sindrom Wiskott-Aldrich, yaitu kelainan imunitas sistem yang diwariskan
    • Aplasia sel darah merah
    • Megakariosit/Trombositopenia bawaan
    • Thalassemia
    • Anemia sel sabit
    • Gangguan metabolism turunan
    • Sindrom Mielodisplastik, yaitu kelainan produksi sel darah pada tulang sumsum


Prosedur Transplantasi Sel Punca

Sebelum Pengobatan: Pasien akan dievaluasi kelayakannya. Dokter akan menentukan jenis pengobatan, menyiapkan rencana pengobatan sebelum transplantasi, dan menggunakan kemoterapi dan/atau radiasi pada saat proses persiapan.


Saat Pengobatan: Pasien akan dimasukkan dalam ruang steril khusus untuk mengurangi risiko infeksi. Kemudian pasien akan menerima kemoterapi dan/atau radiasi untuk membunuh sel-sel abnormal (sel normal juga bisa rusak karena pengobatan ini). Setelah kemoterapi dan/atau radiasi, transplantasi di sekitar sel punca akan dilakukan. Perlu waktu bagi sumsum tulang dan sel punca untuk bekerja dengan benar. Pasien harus berada di bawah pengawasan yang ketat dan mengambil tindakan pencegahan untuk mencegah komplikasi yang bisa terjadi.


Risiko dan Komplikasi

  • Infeksi karena imunitas yang rendah saat proses transplantasi
  • Graft versus host disease yang biasanya dihubungkan dengan transplantasi alogenik
  • Kemoterapi dosis tinggi dapat mempengaruhi organ tubuh dan menyebabkan efek samping yang membahayakan nyawa

Rating score: 8,29 of 10, based on 7 vote(s)