Cidera Saraf Tulang Belakang (Fraktur Spinal)

Fraktur spinal berbeda dengan fraktur anggota tubuh, karena tulang belakang juga menjadi lokasi saraf tulang belakang. Cidera saraf tulang belakang bisa terjadi karena adanya luka ringan di ligament atau tendon, meninges (membrane di tulang belakang), fraktur spinal, kompresi, dislokasi, dan juga luka di sistem saraf, yang bisa menyebabkan kelumpuhan di beberapa kasus.
 


Penyebabnya

Cidera saraf tulang belakang bisa disebabkan oleh bermacam faktor, misalnya kecelakaan (45%), terjatuh dari tempat tinggi (20%), cidera karena olahraga (15%), kekerasan (15%), dan aktifitas lainnya (5%). Osteoporosis dan tumor tulang belakang juga bisa menyebabkan terjadinya fraktur spinal. Kondisi ini menjadi penyebab terjadinya fraktur spinal bagi 80% pasien di umur 18-25 tahun. Karena itu, pria memiliki risiko empat kali lebih besar dibandingkan wanita untuk terkena fraktur spinal.


Gejala

Gejala yang muncul tergantung tingkat keparahan dan lokasi luka saraf tulang belakang. Orang yang menderita luka di saraf tulang belakang mungkin akan merasakan rasa sakit di leher, rasa sakit di punggung , atau rasa sakit di daerah yang terpengaruh lainnya, dan juga kehilangan sensasi (kebas), otot terasa tegang, letih, dan inkontinensia (tidak bisa menahan buang air kecil). Beberapa orang juga bisa mengalami kelumpuhan, yang menandakan adanya luka di sistem saraf dan saraf tulang belakang.


Diagnosa

Pasien yang terkena kecelakaan serius, dan memiliki gejala yang ditulis di atas, perlu berhati-hati dengan jangkauan pergerakan mereka, dan juga memerlukan bantuan fisik tambahan seperti mengenakan brace tulang belakang. Setelah melakukan pemeriksaan fisik secara komprehensif, doctor akan memberikan diagnosa dan rencana pengobatan yang sesuai, seperti CT atau MRI. MRI biasanya diperlukan jika diduga terdapat luka di sistem saraf atau saraf tulang belakang.


Pengobatan

Pengobatan dimulai dengan diberikannya obat-obatan oleh dokter utuk mengurangi rasa sakit, dan melindungi luka untuk tidak bertambah parah dengan menggunakan brace tulang punggung. Jika diperlukan pasien juga akan mengenakan rompi halo dan brace leher, dan di beberapa kasus harus menjalani operasi, tergantung kepada tingkat keparahan dan jenis lukanya.

  • Mengenakan brace tulang belakang

Brace tulang belakang digunakan untuk:

    • Menyokong tulang belakang di bagian luka.
    • Mengurangi pergerakan tulang belakang saat penyembuhan.
    • Mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh pergerakan tulang belakang.

Untuk pasien yang menderita fraktur spinal, atau luka yang bisa menyebabkan berkurangnya pergerakan atau luka sistem saraf, brace tulang belakang harus dikenakan selama 8-12 minggu, atau sampai luka di tulangnya sembuh. Pasien tersebut juga harus menjalani fisioterapi.

Dalam beberapa kasus fraktur spinal yang menyebabkan ketidakseimbangan atau dislokasi tulang, pengobatannya perlu menstabilkan tulang belakang. Pengobatan ini mungkin perlu menyusun kembali ruas tulang, mengaturnya agar pas di posisi asal, atau menyatukan ruas yang terluka menjadi satu. Restrukturisasi tulang belakang akan membantu mengurangi rasa sakit dan membantu penyembuhan sistem saraf menjadi lebih efektif. Ditambah lagi, bagi pasien penderita fraktur spinal, bantal leher akan membantu mengurangi tekanan di saraf tulang belakang, dan juga operasi ketika selesai.

  • Vertebroplasty dan kyphoplasty

Vertebroplasty dan kyphoplasty digunakan dalam kasus dimana ruas tulang menyempit karena osteoporosis atau beberapa jenis tumor. Vertebroplasty adalah injeksi semen ke ruas tulang yang menyempit, sementara kyphoplasty adalah metode menaikkan ruas tulang yang tertekan menggunakan balon sebelum diinjeksi dengan semen.
 

IMG
IMG
IMG
 
Rating score: 3,33 of 10, based on 6 vote(s)