Pilihan Pengobatan untuk Kanker Prostat

Secara umum, organ akan berhenti bertumbuh saat tubuh memasuki usia dewasa – di sekitar usia 25 tahun. Akan tetapi, prostat terus bertumbuh sampai seorang pria mencapai usia di mana testosteronnya menurun. Saat testosteron menurun, sebuah enzim spesifik di prostat akan mencoba mengubah testosterone menjadi DHT (Dihidrotestosteron) dalam jumlah besar, yang menyebabkan meningkatnya jaringan prostat dan bertumbuhnya ukuran prostat. Tetapi kadang prostat bisa tumbuh besar secara abnormal. Besar prostat yang abnormal bisa menyebabkan bermacam penyakit yang berhubungan dengan prostat, termasuk kanker prostat.

 

Pilihan pengobatan untuk kanker prostat ditentukan oleh letak, besar, stadium kanker, dan kondisi fisik pasien. Saat ini, pasien memiliki beragam opsi yang bisa dipilih untuk mengobati kanker prostat, termasuk di antaranya:


 

Operasi

- Laparoskopi Radikal Prostatektomi: Operasi jenis ini telah dikembangkan sejak operasi bedah perut tradisional. Dengan metode ini, dokter memasukkan kamera kecil yang disebut dengan laparoskopi dan alat spesial lainnya melalui 5 sayatan kecil pada bagian perut di bawah pusar, dan melakukan operasi melalui gambaran pada layar. Hasil operasi jenis ini di antaranya rasa sakit yang lebih sedikit, pemulihan lebih cepat, efek samping yang lebih sedikit, dan hasil pengobatan yang lebih baik dibandingkan dengan operasi bedah perut.
 
- Bedah Robotik Da Vinci atau Prostatektomi Da Vinci®): Prosedur ini melibatkan penggunaan tangan robot yang dikendalikan oleh dokter bedah. Keuntungannya bukan hanya rasa sakit yang sedikit dan pemulihan lebih cepat seperti pada operasi laparoskopi, tetapi juga mengurangi kemungkinan terjadinya inkontinensia urin atau disfungsi ereksi pasca operasi.
 

Terapi Radiasi

 

Terapi ini termasuk brakiterapi (radiasi internal) dan sinar radiasi eksternal. Penggunaan terapi radiasi ini tergantung pada stadium kanker prostat, beresiko rendah, menengah atau beresiko tinggi.

Kemoterapi

Hasil pengobatan dengan kemoterapi sedang meningkat saat ini. Di saat yang bersamaan, dokter juga memiliki cara untuk membantu meringankan dan mengurangi efek samping.

Terapi Hormon

Seringkali digunakan sebagai pengobatan tambahan setelah operasi atau pada kasus di mana kanker dalam stadium metastatis. Dengan pengobatan ini, dokter akan mencoba mengurangi atau menghentikan badan menghasilkan hormon testosteron pria melalui obat – atau dalam beberapa kasus, mengangkat testis sepenuhnya.
 


Oleh Dr. Apichart Panichevaluk , Radiolog, Pusat Kanker Horizon , Rumah Sakit Bumrungrad

Saya ingin mengenal lebih lanjut mengenai kanker Prostat: Tanyakan pada kami

Posted by Bumrungrad International