Kolonoskopi Tidaklah Harus Selalu Menakutkan

Bukanlah sebuah rahasia lagi apabila Kolonoskopi telah memiliki reputasi yang buruk dalam waktu yang lama. Namun, manfaat dari melakukan prosedur yang sangat penting ini jauh lebih banyak dibandingkan rasa tidak nyaman dalam waktu singkat dan kecanggungan secara sementara yang sering diasosiasikan dengan sebuah prosedur kolonoskopi. Proses tersebut memungkinkan dokter untuk memeriksa usus besar anda akan adanya penyakit, tumor, maag, peradangan, atau abnormalitas-abnormalitas lainnya yang mungkin anda tidak sadari dan memberikan kesempatan untuk menanganinya secara dini. Pada akhirnya, pencegahan jelas adalah obat yang terbaik. Kami paham bawa melakukan prosedur colonoscopy bukanlah prosedur yang bersifat glamor. Dokter-dokter kami di Rumah Sakit Internasional Bumrungrad memiliki alat dan pelatihan untuk memastikan setiap pasien merasa nyaman dan dirawat dengan baik mulai dari awal hingga selesai. Di artikel ini, kita akan menjelajah lebih lanjut beberapa pertanyaan yang mungkin anda miliki mengenai kolonoskopi, dan kami harap artikel ini dapat memberikan informasi yang berguna akan prosedur preventatif yang sangat penting ini.


Mengapa Kolonoskopi Sangatlah Penting?

Secara sederhana, sebuah prosedur kolonoskopi adalah sebuah langkah yang besar dalam pendeteksian penyakit dan kanker secara dini. Mengetahui tentang penyakit yang ada sebelum penyakit tersebut berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius, dan memiliki kemungkinan tidak dapat diobati, adalah langkah pertama dalam rutinitas perawatan kesehatan preventatif yang tepat. Dalam kasus kolonoskopi, prosedur penyaringan ini terlebih sangatlah penting bagi pasien yang berusia diatas 50 tahun (yang tidak memiliki faktor resiko kanker usus besar selain faktor usia mereka) dan bagi mereka yang memiliki sejarah keluarga adanya penyakit atau kanker usus. Terlebih, sebuah kolonoskopi dapat membantu dokter memeriksa lebih jauh mengenai kemungkinan penyebab rasa nyeri di bagian abdomen, pendarahan dubur, konstipasi secara kronis, diare kronis, dan permasalahan usus lainnya.


Meskipun tes preventatif seperti checkup gigi, tes mata, cek fisik secara umum, dan mammogram juga pap smears bagi wanita biasanya akan dilakukan tanpa adanya rasa ragu, pasien biasanya enggan untuk menjadwalkan prosedur kolonoskopi. Banyak pasien merasa gelisah ataupun takut untuk melakukan prosedur anastesi atau malu karena seseorang akan memeriksa bagian tubuh yang seringkali dianggap tabu.


Apakah Ada Resiko yang Diasosiasikan dengan Melakukan sebuah Prosedur Kolonoskopi?

Prosedur kolonoskopi memiliki beberapa resiko. Komplikasi kolonoskopi yang bersifat langka dapat meliputi: reaksi buruk akan obat bius, pendarahan dari biopsy (dalam jumlah yang kecil sewaktu atau bersamaan dengan buang air besar setelah prosedur), pendarahan dari perawatan intervensional seperti polypectomy, atau sobekan di dinding usus atau rektum.


Bagaimana Saya Bersiap untuk Melakukan Prosedur Kolonoskopi?

Satu hari sebelum prosedur kolonoskopi, pasien perlu membersihkan usus mereka yang juga dikenal sebagai usus besar. Persiapan ini sangatlah penting karena akan memberikan dokter penglihatan yang jelas tanpa adanya halangan sewaktu prosedur dijalankan.


Untuk mengosongkan usus anda, dokter akan meminta anda untuk melakukan proses seperti berikut:

  • Satu hari sebelum kolonoskopi, konsumsilah hanya makanan yang ringan dan lembut – anda tidak boleh makan sayur, buah-buahan, susu ataupun produk yang mengandung susu. Contohnya, anda dapat makan sup (dengan ayam atau ikan), nasi, dan bubur. Minumlah hanya air putih atau cairan bening. Hindari minuman yang berwarna merah atau berwarna gelap, karena cairan tersebut dapat menyebabkan kebingungan akan diagnosa adanya darah sewaktu prosedur.
  • Meminum obat pencahar: secara umum, obat pencahar ada 2 bentuk, cair dan pil. Anda mungkin akan diminta meminum obat pencahar semalam sebelum prosedur ataupun pada pagi hari saat prosedur kolonoskopi anda dilaksanakan. Proses tersebut secara umum memerlukan waktu 3-6 jam, dengan 5 – 10 kali buang air besar untuk membersihkan usus besar anda. Anda tidak perlu khawatir apabila anda merasa sedikit capek, dan biasanya anda juga tidak akan merasakan gejala-gejala yang mirip dengan diare.
  • Terakhir, sangatlah penting bagi anda untuk menginformasikan dokter anda paling tidak seminggu sebelum kolonoskopi akan obat-obatan apa saja yang anda saat ini sedang konsumsi, terlebih bagi obat diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau obat pengencer darah, dikarenakan anda mungkin perlu untuk mengatur kembali atau berhenti mengkonsumsi obat-obatan tersebut secara sementara.


Apa yang Terjadi Saat Prosedur Berlangsung?

Pada hari dimana prosedur berlangsung, dokter spesialis akan membawa anda ke ruangan dimana anda bisa berganti baju memakai baju yang disediakan rumah sakit dan anda akan diminta untuk berbaring menyamping. Obat bius akan digunakan untuk mengurangi adanya rasa sakit atau ketidaknyamanan.


Setelah itu usus besar akan diinspeksi menggunakan sebuah kolonoskop. Alat ini berukuran kecil, memiliki tabung yang fleksibel dengan kamera yang kecil dan senter dipasang di ujung satunya, dengan channel (tabung) samping yang mana dokter dapat memompa udara untuk mengembungkan usus. Dokter mungkin akan memasukkan instrumen melalui channel tersebut untuk mengambil sampel jaringan atau untuk melakukan penanganan. Sewaktu kolonoskopi, dokter spesialis gastroenterologis secara hari-hati akan memeriksa semua permukaan didalam usus besar dan mencari polip atau pertumbuhan kecil dan adanya tanda-tanda kanker usus besar. Prosedur tersebut memerlukan waktu sekitar 20-30 menit untuk dokter secara lembut memandu kolonoskop di sekitar lekukan tersebut, mencari polip dan abnormalitas lainnya.


Setelah prosedur tersebut selesai, anda akan dikirim ke ruangan pemulihan untuk diamati hingga anda sadar dari obat bius, yang dapat memerlukan waktu sekitar 1-2 jam. (Setelahnya, anda akan dapat pulang kerumah, beristirahat, dan tentu saja menikmati makanan). Beberapa pasien khawatir akan rasa sakit yang mereka mungkin rasakan setelah prosedur selesai dilakukan, namun di banyak kasus hanya ketidaknyamanan secara ringan seperti merasa kembung atau perih di beberapa area karena udara yang dikembungkan sewaktu prosedur. Setelah prosedur selesai, anda mungkin membutuhkan teman atau anggota keluarga yang dapat membawa anda pulang ke rumah karena efek obat bius dapat baru hilang secara penuh hingga waktu satu hari setelahnya.


Apa yang Anda Dapat Harapkan

Hasil Negatif – Mengasumsikan bahwa anda memiliki resiko kanker usus besar yang sedang, dengan tanpa adanya faktor resiko selain usia, hasil yang negatif mengindikasikan bahwa hasil kolonoskopi anda adalah normal dan dokter tidak melihat adanya abnormalitas di dalam usus. Dalam kasus ini, dokter mungkin akan merekomendasikan kolonoskopi ulang dalam waktu 10 tahun kedepan.


Hasil Positif – Hasil kolonoskopi akan positif apabila ditemukan adanya polip atau abnormalitas lainnya. Biasanya, polip tidak bersifat kanker, dan dokter akan mengambilnya ketika prosedur kolonoskopi sedang berlangsung. Apabila satu atau lebih polip diambil, dokter akan merekomendasikan kolonoskopi lanjutan, tergantung dari ukuran, karakteristik sel, dan juga kuantitas polip. Durasi dari tiap prosedur lanjutan dapat berlangsung dengan jangka waktu 5 – 10 tahun, 3 – 5 tahun, atau bahkan secepat 3 – 6 bulan. Jika polip tersebut memiliki kemungkinan yang tinggi dapat berubah menjadi kanker ataupun sudah berada dalam tahap awal kanker, dokter akan menginformasikan anda setelah prosedur selesai disertai dengan laporan patologi secara lengkap.


Isu-isu potensial setelah kolonoskopi selesai adalah apabila dokter cukup khawatir dengan kondisi usus besar dikarenakan kualitas yang buruk dari persiapan pembersihan usus. Dalam kasus ini, dokter mungkin akan menyarankan kolonoskopi tambahan.

 

 

 

 


Berkonsultasilah dengan Dokter Anda

Anda mungkin merasa tidak nyaman atau gelisah membicarakan topik mengenai kolonoskopi dengan dokter anda, namun janganlah khawatir! Dokter spesialis kami telah berpengalaman dalam membahas topik ini dengan banyak pasien yang baru pertama kali akan melakukan prosedur ini dan mereka paham cara menenangkan kekhawatiran anda juga memberikan kepastian akan penanganan prosedur ini. Jika anda masih merasa ragu untuk menjadwalkan prosedur kolonoskopi, ingatlah bahwa prosedur ini adalah cara terbaik untuk mendeteksi permasalahan dan juga kanker usus, rasa tidak nyaman yang bersifat sementara bukanlah hal yang perlu anda takutkan mengingat banyaknya manfaat yang akan anda dapatkan.


Ditulis oleh Dr . Poungpen Sirisuwannatash , Dokter Spesialis Gastroenterologist dan Hepatologist, Pusat Permasalahan Pencernaan, Rumah Sakit Internasional Bumrungrad


Saya ingin mempelajari lebih lanjut mengenai Kolonoskopi: Tanyakan kepada kami


Saya ingin membuat appointment dengan dokter spesialis Gastroenterologist di Pusat Permasalahan Pencernaan: Buat appointment

IMG
IMG
IMG
 
Posted by Bumrungrad International