Faktor-Faktor Berikut Ini Dapat Meningkatkan Resiko Anda Memiliki Batu Empedu

Untuk kebanyakan orang, mengkonsumsi makanan berlemak dalam porsi besar dapat menyebabkan rasa tidak nyaman sementara dan rasa nyeri ringan pada bagian perut. Namun, rasa nyeri yang bersifat parah dan tiba-tiba di bagian atas kanan abdomen mungkin mengindikasikan sebuah kondisi yang serius. Rasa nyeri, yang dapat berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam, bahkan dapat menyebar hingga ke bagian tulang dada, di antara tulang belikat, atau diatas pundak bagian kanan dan dapat disertai pula oleh perasaan mual dan gangguan pencernaan. Gejala-gejala ini mungkin mengindikasikan penyumbatan di sistem pencernaan yang disebabkan oleh batu empedu.

 
Apa Itu Batu Empedu?

Batu Empedu adalah penumpukan kolesterol, garam, dan komponen cairan pencernaan (empedu) yang mengkristal dan menjadi keras. Hal tersebut terbentuk di kantung empedu, sebuah organ kecil yang menjadi bagian dari sistem pencernaan. Kantung empedu terletak pada bagian kanan abdomen, dibawah hati, dan menyimpan juga melepaskan empedu ke usus kecil untuk membantu memecah lemak yang didapat dari makanan.


Batu empedu kolesterol merupakan mayoritas kasus yang terjadi pada kasus-kasus batu empedu dan diyakini terbentuk ketika hati mengeksresikan lebih banyak kolesterol dibandingkan dengan yang empedu mampu untuk pecahkan. Batu-batu tersebut kebanyakan terbentuk dari kolesterol yang mengeras bersamaan dengan komponen-komponen lainnya.


Sebagian kecil pasien lainnya memiliki batu pigmen, batu jenis ini telah dikaitkan dengan penyakit-penyakit tertentu dan gangguan darah. Jenis ini mengindikasikan bahwa tubuh memecahkan sel darah merah lama dan memproduksi terlalu banyak bilirubin dalam prosesnya, yang mengarah ke pembentukan batu empedu.


Batu empedu dapat juga terbentuk ketika kantung empedu tidak mengosongkan cairan empedunya dengan volume penuh atau tidak sesering mungkin, menyebabkan cairan empedu terkonsentrasi dan membentuk batuan.


Kantung empedu dapat memproduksi ratusan batuan kecil seukuran butir pasir, satu atau dua batuan besar, ataupun kombinasi keduanya. Sebuah gawat darurat medis terjadi ketika batuan empedu ini menyebabkan penyumbatan atau mengarah ke peradangan kantung empedu.

 
Apakah Saya Mempunyai Faktor Resiko?

Beberapa orang memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mempunyai batu empedu dibandingkan dengan beberapa orang lainnya. Hal ini dikarenakan oleh gabungan faktor-faktor yang dapat dikontrol seperti pilihan gaya hidup dan juga faktor yang tidak dapat kita kontrol seperti faktor genetik.


Faktor-faktor yang Dapat Dikontrol

Obesitas : Memiliki berat badan berlebih biasanya bersamaan pula dengan kondisi tingkat kolesterol yang tinggi. Hal tersebut juga membuat kantong empedu lebih sukar untuk mengosongkan muatannya secara teratur dan lengkap.

Tingkat estrogen yang tinggi : Mengkonsumsi pil kontrasepsi, mengkonsumsi terapi hormonal untuk penanganan menopause, dan kehamilan dapat mempengaruhi level estrogen. Tingkat estrogen yang lebih tinggi dapat meningkatkan tingkat kolesterol dan membuat kantung empedu lebih susah untuk berkontraksi dan mengosongkan muatannya secara tepat.


Diabetes : Orang yang menderita diabetes memiliki tingkat trigliserit (sejenis lemak dalam darah) yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak menderita diabetes, hal ini dapat meningkatkan kemungkinan pembentukan batu empedu.

Pola Makan : Mengkonsumsi makanan rendah serat namun tinggi lemak dan kolesterol diyakini meningkatkan resiko pembentukan kantung empedu.


Turunnya berat badan secara drastis : Turunnya berat badan secara drastic melalui diet atau berpuasa secara ekstrim dapat meningkatkan tingkat kolesterol yang diekskresikan ke cairan empedu saat tubuh menghancurkan cadangan lemak.

 

Faktor-Faktor yang Tidak Dapat Dikontrol


Wanita: Dikarenakan oleh tingkat estrogen yang tinggi pada wanita dibandingkan dengan pria, wanita memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk memiliki batu empedu.


Usia : Resiko pembentukan batu empedu semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia, terlebih bagi orang yang berusia diatas 60 tahun.


Dokter-dokter di Pusat Hati Bumrungrad dapat menentukan adanya batu empedu menggunakan beberapa jenis tes. Pengobatan tidak biasanya diperlukan apabila tidak ada tanda-tanda penyumbatan. Namun, jika penyumbatan telah terjadi, spesialis biasanya akan merekomendasikan operasi untuk mengangkat kantung empedu secara keseluruhan. Penanganan non-operasi, seperti obat yang diminum dengan tujuan untuk perlahan melarutkan batu empedu, dapat pula ditawarkan bagi pasien yang tidak dapat mengikuti prosedur operasi.


Ditulis oleh Dr. Yudhtana Sattawatthamrong , Dokter Spesialis Gastroenterologist, Pusat Gangguan Pencernaan, Rumah Sakit Internasional Bumrungrad

Saya ingin mempelajari lebih lanjut mengenai Batu Empedu: Tanyakan kepada kami


Saya ingin membuat appointment dengan dokter spesialis Gastroenterologist di Pusat Permasalahan Pencernaan: Buat sebuah appointment

IMG
IMG
IMG
 
Posted by Bumrungrad International

Written by

Older posts