Penyakit Mata bagi Mereka yang Berusia Lanjut

Meskipun secara normal kekuatan pandangan mata akan berkurang sesuai dengan bertambahnya usia, kebanyakan orang merasa pengecekan mata secara rutin adalah hal tidak begitu penting dilakukan hingga akhirnya gejala yang mereka alami menjadi semakin parah bahkan mencapai tahap yang tidak dapat disembuhkan lagi. Dalam artikel ini, kami akan memperkenalkan beberapa penyakit mata yang paling sering dialami oleh pasien berusia lanjut dan juga menyediakan beberapa saran yang berguna untuk merawat dan melindungi mata anda supaya anda mendapatkan kualitas pandangan mata yang baik dalam jangka panjang.

Mata Kering

Sindrom mata kering adalah sebuah kondisi yang umum terjadi karena faktor bertambahnya usia, pergantian hormon, dan beberapa penyakit tertentu seperti diabetes, rheumatoid arthritis, dan abnormalitas tiroid. Kondisi mata kering juga dapat terjadi pada pasien yang telah menjalani prosedur LASIK dan bagi mereka yang menggunakan lensa kontak selama lebih dari sepuluh tahun. Beberapa obat-obatan seperti antihistamin dan antihypertensives juga dapat menyebabkan sindrom mata kering.

Gejala

Gejala sindrom mata kering diantara lain adalah adanya iritasi, mata merah, dan juga mata terasa gatal. Ketika mata mengalami iritasi, sebuah sinyal akan dikirim melalui sistem syaraf ke bagian otak, otak kemudian merespon dengan cara membanjiri bagian mata menggunakan air mata untuk melubrikasinya.

Pengobatan dan Pencegahan

Ada berbagai cara mudah yang dapat anda lakukan untuk menjaga mata anda, misalnya dengan cara berkedip secara konstan ketika sedang membaca buku maupun melihat layar komputer dalam waktu yang lama, menggunakan pelindung mata, juga menghindari debu dan asap. Pilihan lain yang dapat anda ambil misalnya menggunakan tetes mata yang ada dalam dua jenis berbeda. Tetes mata yang menggunakan bahan pengawet cocok untuk pasien dengan kondisi mata kering yang bersifat ringan, namun tetes mata yang tanpa bahan pengawet akan memberikan hasil yang lebih baik untuk penggunaan secara sering.

Jika tetes mata tidak menyelesaikan permasalahan tersebut, dokter mungkin akan memasang sumbatan ke bagian kelenjar air mata untuk mencegah penyerapan air mata secara berlebihan. Sumbatan yang bersifat sementara biasanya digunakan pada kasus yang ringan, apabila permasalahannya lebih parah maka dokter juga dapat menutup kelenjar air mata tersebut secara permanen.

Katarak

Katarak adalah sebuah kondisi dimana lensa di bagian dalam bola mata menjadi berkabut, menutupi cahaya masuk ke bagian retina dan mengganggu pandangan. Katarak dapat diakibatkan karena faktor penuaan yang terjadi secara alami atau oleh faktor resiko lainnya seperti diabetes.

Gejala

Gejala katarak diantara lain seperti kualitas pandangan mata yang menjadi semakin buruk, persepsi warna yang semakin buram, pandangan ganda, dan juga sensitivitas pada cahaya.

Pengobatan

Katarak dapat diobati dengan melakukan prosedur operasi untuk mengambil lensa yang berkabut dan menggantinya dengan sebuah lensa buatan. Metode pengambilan katarak yang paling sering digunakan adalah dengan prosedur ultrasound yang biasanya tidak memerlukan jahitan dan memiliki waktu pemulihan yang cepat. Namun pada beberapa kasus, penggunaan sayatan untuk mengambil katarak dan menggantinya dengan lensa buatan tetaplah diperlukan, hal ini mengakibatkan periode pemulihan yang lebih lama.

Glaukoma

Glaukoma adalah sebuah kondisi dimana daya penglihatan mata memiliki penurunan secara bertahap dikarenakan cedera pada bagian syaraf optik, biasanya kondisi ini disebabkan karena peningkatan tekanan cairan dalam mata. Faktor resiko yang tinggi disebabkan pula oleh adanya faktor genetik sejarah keluarga yang menderita glaukoma, berusia lebih dari 40 tahun, memiliki penyakit lain seperti diabetes, dan juga penggunaan steroid. Jika anda menggunakan tetes mata steroid, sangatlah penting untuk menggunakannya pada dosis dan waktu yang tepat seperti yang disarankan oleh dokter untuk mengurangi resiko terjadinya glaukoma.

Gejala

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka menderita glaukoma karena kondisi ini berkembang secara pelan dan bertahap, dimulai dari penglihatan bagian tepi yang kemudian menyebar perlahan ke bagian pusat. Beberapa pasien menderita rasa nyeri yang ringan namun karena kondisi tersebut telah sembuh dikarenakan penggunaan obat secara tepat maka kemudian mereka menghiraukannya. Peningkatan tekanan cairan secara signifikan di dalam mata dapat mengakibatkan rasa sakit yang akut, mata merah, muntah, dan munculnya lingkaran disekitar cahaya. Namun, gejala yang paling sering dialami pasien adalah tekanan mata yang naik secara bertahap, dan sayangnya hal ini mengakibatkan pendeteksian kondisi tersebut menjadi lebih rumit.

Pengobatan

Obat tetes mata dapat digunakan untuk membantu mengurangi cairan dari bagian mata. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan menggunakan prosedur operasi laser bagi pasien yang memiliki gejala parah atau bagi mereka yang kondisinya tidak merespon obat-obatan secara baik. Jika glaukoma dideteksi pada tahap awal, pengobatan dapat mencegah hilangnya pandangan mata secara lebih jauh, namun pengobatan dalam bentuk apapun tetap tidak dapat mengembalikan pandangan yang telah terlanjur hilang. Maka dari itu sangatlah penting untuk mengecek kondisi mata anda secara teratur.

Degenerasi Makula Karena Faktor Usia

Degenerasi Makula Karena Faktor Usia (AMD) menyebabkan kondisi bagian pusat retina menjadi semakin buruk, menghasilkan gangguan penglihatan mata. Ada dua jenis utama AMD – basah dan kering. AMD kering lebih sering dijumpai dan berakibat akan hilangnya bagian pusat penglihatan (bukan bagian tepi) secara bertahap. AMD basah kurang sering dijumpai, namun bersifat lebih agresif. Kondisi ini terjadi ketika retina memburuk dan pembuluh darah abnormal mulai tumbuh di bawahnya. Hal ini menyebabkan pembengkakan dan juga pendarahan kemudian menyebabkan hilangnya daya pandang secara akut. Faktor yang mungkin dapat mempengaruhi naiknya resiko AMD termasuk faktor usia, terkena cahaya matahari secara terus-menerus, merokok, obesitas, tekanan darah tinggi, dan juga sejarah kondisi medis dalam keluarga. AMD juga biasanya lebih sering dijumpai pada kaum wanita dibandingkan dengan kaum pria.

Gejala

Gejala dari AMD Kering diantara lain adanya titik buta tepat di tengah jangkauan penglihatan, distorsi visual, dan kesusahan untuk membaca. Sedangkan gejala dari AMD Basah termasuk juga kehilangan daya penglihatan yang terjadi secara mendadak.

Pengobatan

Penting diketahui bahwa tidak ada obat yang dapat menyembuhkan kondisi AMD, namun kondisi ini dapat diperlambat dan bahkan dapat dicegah supaya tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah lagi. Laser dapat digunakan untuk menghancurkan pembuluh darah abnormal, sedangkan suntikan juga secara umum digunakan untuk menghambat perkembangan pembuluh darah abnormal. Suntikan dapat membantu untuk mengurangi hilangnya penglihatan dan dalam beberapa kasus, penglihatan pasien yang dulu sempat hilang dapat pulih kembali.

Diabetic Retinopathy

Meskipun diabetic retinopathy tidak secara langsung dikaitkan dengan faktor usia, kondisi ini merupakan sebuah permasalahan yang umum dialami oleh mereka yang memiliki diabetes, dan resiko untuk menderita diabetes adalah sesuatu yang berhubungan dengan semakin bertambahnya usia.

Gejala

Seringkali kondisi ini tidak memiliki gejala apapun, namun beberapa pasien mungkin mengalami penglihatan yang kabur, distorsi visual di tengah luas jarak pandang, atau bayangan hitam dalam kualitas penglihatan mereka. Penderita diabetes yang memiliki kondisi glaukoma dapat pula mengalami rasa sakit pada bagian mata.

Pengobatan

Laser atau suntikan adalah pengobatan yang biasanya akan direkomendasikan bagi pasien yang mengalami pembengkakan retina, sedangkan pasien yang memiliki kondisi pelepasan maupun pendarahan retina mungkin memerlukan adanya prosedur operasi.

Bahkan apabila saat ini mata anda terlihat normal, anda harus masih tetap mengecek kondisinya dengan cara berkonsultasi secara rutin dengan seorang dokter ophthalmologist seiring dengan bertambahnya usia. Anda dapat memulainya dengan cara menutup sebelah mata anda dan kemudian diganti dengan mata yang satu lagi untuk mengecek indikator permasalahan mata seperti garis lurus yang terlihat bengkok ataupun bergelombang, atau bayangan yang bergerak di dalam jangkauan penglihatan. Jika anda menemukan adanya abnormalitas, segera berkonsultasilah dengan dokter spesialis mata sehingga kondisi tersebut dapat segera ditangani sebelum menjadi terlalu terlambat. Juga, cobalah untuk mengurangi gaya hidup yang beresiko seperti merokok, mengontrol berat badan anda dengan cara makan secara sehat, dan berolahraga fisik secara rutin dan teratur. Dengan mengikuti saran yang sederhana namun efektif ini, anda dapat menjaga kesehatan mata anda dan memiliki kualitas penglihatan yang baik seiring dengan bertambahnya usia.

Ditulis oleh Dr. Maytinee Sirimaharaj , Ophthalmologist, Pusat Kesehatan Mata, Rumah Sakit Internasional Bumrungrad
Posted by Bumrungrad International