Tanda – Tanda Apabila Anda Memiliki Kondisi GERD

Penyakit refluks gastroesofageal (atau disebut juga GERD) adalah sebuah penyakit pencernaan kronis dimana asam lambung (refluks) secara tidak tepat mengalir kembali ke saluran berotot yang membawa makanan dari tenggorokan ke bagian perut (esofagus). Permasalahan terjadi ketika refluks mengganggu lapisan halus dalam esofagus dan kemudian menyebabkan rasa sakit juga tidak nyaman. Kondisi ini, yang dikenal juga dengan penyakit refluks asam lambung, pada akhirnya dapat merusak bagian lain dari saluran pencernaan bagian atas apabila tidak ditangani secara tepat.
 

Gejala – Gejala Umum

Nyeri pada bagian ulu hati (heartburn) seringkali dikaitkan dengan sensasi panas ataupun nyeri pada bagian dada atau pertengahan-abdomen yang disebabkan oleh refluks asam lambung. Kondisi ini seringkali dialami setelah memakan makanan dalam porsi besar, berbaring setelah makan, membungkuk, atau ketika sedang mengangkat obyek berukuran besar.

Gejala lain dari refluks asam lambung termasuk juga rasa asam atau pahit di bagian belakang tenggorokan ketika asam ataupun isi lambung mengalir kembali ke bagian esofagus. Batuk maupun rasa tidak nyaman pada bagian tenggorokan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya juga merupakan salah satu gejalanya. Rasa sakit pada tenggorokan ataupun suara serak dapat pula disebabkan karena asam lambung mengalir naik keatas sampai ke bagian tenggorokan dan laring, menyebabkan peradangan pita suara.

Gejala-gejala yang mesti menjadi perhatian diantara lain adalah memiliki kesusahan untuk menelan, merasa tercekik saat makan, ataupun sensasi makanan yang terasa terjepit di esofagus. Segera hubungi dokter apabila anda muntah darah ataupun saat buang air besar kotoran anda berwarna merah, hitam, ataupun terlihat seperti tar.

Gejala tersebut dapat terjadi pada semua jangkauan usia, termasuk juga pada balita dan mereka yang telah lanjut usia.
 

Kerusakan apa yang disebabkan oleh GERD?

Meski banyak orang merasakan nyeri pada ulu hati dari waktu ke waktu, namun hal tersebut perlu menjadi perhatian apabila gejala tersebut terjadi dua kali atau lebih dalam seminggu, atau sewaktu gejala tersebut terasa cukup sakit dan mengganggu rutinitas anda sehari-hari. Jika anda merasakan hal yang demikian, kondisi tersebut mungkin tidak hanya menyebabkan rasa nyeri saja namun juga berkemungkinan merusak jaringan tubuh disekitarnya.

Lapisan lambung anda dapat menahan sifat kaustik asam lambung, namun esofagus, pita suara, dan gigi anda tidak dapat menahannya. Maag dapat muncul pada bagian esofagus, pita suara anda dapat menjadi bengkak, dan lapisan enamel gigi anda dapat terkikis apabila terus-terusan terekspos pada asam lambung.

Seiring berjalannya waktu, esofagus dapat terluka secara parah dan mungkin berujung menjadi sebuah kondisi gangguan penelanan (dysphagia). Pada kasus terburuk, membiarkan GERD begitu saja tanpa adanya penanganan medis dapat berujung menjadi kanker esophageal. Hal ini terjadi ketika sel pada bagian terbawah esofagus terluka secara berulang kali dan mulai tumbuh berkembang secara tidak normal.

Salah satu teknik yang digunakan dokter untuk menentukan seberapa jauh kerusakan yang dialami esophagus dan jaringan sekitarnya adalah dengan endoskopi GI bagian atas. Menggunakan sebuah tabung tipis dan fleksibel yang dilengkapi dengan kamera video istimewa, seorang spesialis dapat melihat secara detail bagian atas saluran GI dan mencari permasalahan lain yang dapat menyebabkan GERD. Sebuah endoskop dapat juga digunakan untuk mengambil biopsy. Dalam beberapa kasus, endoskop bahkan dapat digunakan untuk menangani permasalahan yang ada.
 

Mengelola GERD

Beberapa orang dapat mengelola gejala GERD yang bersifat sedang, menemukan cara mengurangi rasa sakit yang mereka alami, dan bahkan secara perlahan memperbaiki kerusakan yang diakibatkan oleh kondisi ini dengan cara merubah gaya hidup secara sederhana dan mengkonsumsi obat-obatan yang dapat secara mudah ditemukan di apotik. Mengkonsumsi makanan dengan porsi lebih sedikit, berhenti merokok, mengurangi berat badan, dan menghindari beberapa jenis makanan dapat memperbaiki gejala GERD. Meminum antacids yang dapat menetralisir asam lambung atau obat-obatan yang dapat mengurangi produksi asam lambung atau menghambat keseluruhan gejala yang ada juga merupakan cara pengobatan yang tepat.

Menggabungkan kebiasaan yang baik ini dapat membantu untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan gejala dari penyakit refluks asam lambung supaya tidak terulang kembali dan sekaligus membantu tubuh untuk mulai menyembuhkan dirinya sendiri. Dalam beberapa kasus yang lebih parah dimana telah terjadi adanya kerusakan, obat-obatan dengan resep dokter dan prosedur operasi patut dipertimbangkan.

Konsultasikan permasalahan anda ke dokter spesialis untuk mengetahui pilihan apa yang paling tepat dalam menangani kondisi anda.

Ditulis oleh Dr . Veerakit Apiratprachasin , Gastroenterologist dan Hepatologist, Pusat Kesehatan Pencernaan, Rumah Sakit Internasional Bumrungrad.

Saya ingin mempelajari lebih lanjut mengenai GERD: Tanyakan kepada kami

Saya ingin membuat appointment dengan dokter spesialis Gastroenterologist dan Hepatologist di Pusat Kesehatan Pencernaan: Buat appointment

Posted by Bumrungrad International