Penjelasan Obstruksi Biliaris

Yang perlu anda ketahui mengenai penyakit kuning dan obstruksi biliaris

Walaupun penyakit kuning sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan orang, salah satu penyebab penyakit kuning — obstruksi biliaris — tidak boleh diabaikan.
what is jaundice biliary obstruction
Gejala-gejala penyakit kuning yang sudah tidak asing lagi: – mata, kulit dan urin yang berwarna kuning –bisa disebabkan karena berbagai faktor.
Selain penyakit hepatitis dan penyakit hati, obstruksi biliaris juga merupakan penyebab dari penyakit ini. Untuk lebih memahami kondisi ini Better Health berbicara dengan ahli gastroenterologist dan hepathologist Dokter Yudhtana Sattawatthamrong yang memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman di bidang ini.

Cara kerja sistem empedu

Sistem saluran empedu, yang merupakan bagian dari sistem pencernaan, bisa dibandingkan dengan cabang pohon,” jelas dokter Yudhana. "Empedu adalah cairan hijau atau kuning-coklat gelap yang dikeluarkan oleh hati. Cairan ini melewati tabung kecil yang disebut dengan saluran empedu yang terhubung dengan kantung empedu, tempat di mana empedu disimpan dan menjadi padat dan intensif. Saat Anda makan, makanan diangkut ke lambung dan usus, yang kemudian memicu sekresi hormon untuk merangsang kantung empedu mengeluarkan empedu ke dalam usus kecil (duodenum) untuk memperlancar pencernaan dan penyerapan lemak. "
 

Penyebab penyumbatan

Penyumbatan saluran empedu bisa disebabkan karena dua hal: batu empedu dan tumor. "Obstruksi saluran empedu yang disebabkan oleh batu empedu bisa ditemukan di mana saja pada sistem saluran empedu," kata Dr Yudhana. "Batu empedu terjadi ketika empedu, yang biasanya berbentuk cair, berubah menjadi batu. Batu empedu biasanya gumpalan lemak, bahan seperti kolesterol yang sudah memadat dan mengeras. Selain itu, pigmen empedu atau simpanan kalsium juga bisa membentuk batu empedu."
 
Batu empedu menjadi lebih umum dengan bertambahnya usia di umur 40 tahun keatas. Resiko membentuknya batu empedu juga meningkat dengan kehamilan, obesitas, diabetes, sirosis hati, dan talasemia. Wanita dengan kadar hormon yang tidak normal atau wanita yang menggunakan pil kontrasepsi meningkatkan resiko terbentuknya batu empedu.
 
"Ketika saluran empedu tersumbat, empedu akan menumpuk di hati dan menyebar ke dalam aliran darah. Penyakit kuning berkembang karena meningkatnya kadar komponen darah yang disebut bilirubin, yang bisa menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa, "lanjut dokter Yudhana.
 
Pasien dengan saluran empedu yang tersumbat karena disebabkan oleh batu dan tumor bisa memiliki gejala yang berbeda. "Pasien dengan obstruksi biliaris yang disebabkan oleh batu empedu bisa mengalami penyakit kuning yang disertai dengan sakit pada perut bagian atas yang menjalar ke bagian punggung, demam, menggigil kedinginan, dan infeksi," kata Dr Yudhana. "Pasien yang memiliki saluran empedu yang tersumbat yang disebabkan oleh tumor akan mengalami penyakit kuning, tapi tidak mengalami sakit pada perut karena tumor tumbuh dan berkembang secara bertahap.
 
Saluran empedu semakin tersumbat dari waktu ke waktu, menyebabkannya pembengkakan.” 99% dari obstruksi bilier yang disebabkan oleh tumor bisa berkembang menjadi kanker. Di Thailand, kanker saluran empedu sangat umum di wilayah timur laut yang di mana orang-orang mengkonsumsi ikan air tawar yang mentah atau kurang matang yang mengandung parasit. Ketika parasit memasuki saluran empedu, produk limbah mereka bisa menyebabkan sel saluran empedu untuk berkembang secara tidak terkendali yang bisa berkembang menjadi kanker.
 
bile duct location

Diagnosia dan pengobatan

Untuk mendiagnosa obstruksi biliaris dokter memeriksa riwayat kesehatan pasien dan melakukan tes darah untuk memastikan penyebab dari penyakit kuning. Tes USG juga dilakukan untuk memeriksa penyumbatan pada saluran empedu. "Dokter memeriksa pohon empedu secara menyeluruh, termasuk saluran intrahepatik empedu, saluran empedu, dan saluran pankreas. Dalam kebanyakan kasus, gambar USG cukup bagi dokter untuk mendiagnosa dan merencanakan pengobatan. Dalam kasus di mana USG tidak definitif, kami menyarankan CT Scan, MRI, MRCP, atau Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP), "kata Dr Yudhana.
 
Penyumbatan saluran empedu bisa fatal jika tidak diobati. "Di masa lalu, diperlukan operasi bedah untuk mengobati obstruksi biliaris yang disebabkan oleh batu empedu," Dokter Yudhana menunjukkan. "Sebuah sayatan perut enam inci dibuat untuk mengangkat batu di saluran empedu. Sekarang, operasi ini dilakukan dengan menggunakan ERCP, yang memungkinkan dokter untuk mendiagnosa dan mengobati penyumbatan empedu karena batu empedu secara bersamaan. Prosedur ini tidak memerlukan sayatan di perut dan menghasilkan pemulihan lebih cepat. "
 
dr. yudhtana sattawatthamrong gastroenterologist   “The risk of forming gallstones increases with thalassemia, women with abnormal hormone levels, pregnancy, obesity, diabetes, liver cirrhosis, and age over 40.”

Dr. Yudhtana Sattawatthamrong

biliary obstruction diagnosis treatment

Dalam prosedur ERCP, sebuah tabung yang fleksibel dengan kamera mikro dimasukkan ke dalam mulut dan dipandu secara perlahan ke dalam tenggorokan menuju kerongkongan, lambung, dan duodenum sampai mencapai titik di mana saluran dari pankreas dan empedu mengalir ke duodenum. Jika terdapat batu empedu, dokter bisa menghilangkannya dengan menyeretnya ke dalam usus kecil sehingga tubuh bisa menghilangkannya saat buang air besar.

 
"Untuk mengobati penyumbatan saluran empedu yang disebabkan oleh tumor, dokter perlu mengambil sampel jaringan untuk diuji lebih lanjut untuk mengetahui apakah ini tumor ganas, yang bisa juga dilakukan selama sesi ERCP," kata Dokter Yudhana. "Jika ini tumor kanker maka dokter akan merencanakan pengobatan tambahan. Poin penting yang perlu dipertimbangkan adalah jika pasien juga mengidap penyakit kuning yang disebabkan oleh penyumbatan saluran empedu. Pengobatan ini perlu memasukkan pipa pembantu atau menjalani operasi untuk memotong penyumbatan saluran empedu dan menguras cairan empedu ke dalam usus sebelum mengobati kanker. "
 
Sementara diagnosa dari penyumbatan empedu bisa dilakukan dengan mudah, bercak tanda-tanda peringatan tahap pertama atau mengambil pendekatan preventif masih tetap menantang. Namun, mengendalikan kesehatan Anda dengan makan makanan sehat dan melakukan olahraga teratur sangat membantu dalam mencegah kondisi ini.
 

 

Posted by Bumrungrad International