Dispepsia (Gangguan Pencernaan)

Perut: pengertian dan pemahaman

Sakit perut dan dispepsia

Ketika seseorang mengalami sakit perut, istilah ”dispepsia” muncul dalam benak kita. Sepertinya orang-orang sering menyebut sakit perut dan gangguan pencernaan perut yang lainnya dengan sebutan dispepsia.
 
Tetapi apakah tepat untuk menyebutkan sakit perut sebagai dispepsia? Terlebih lagi, apa penyebab dan jenis sakit perut yang membuat kita untuk menemui dokter secara langsung? Anda akan menemukan jawabannya pada edisi Better Health kali ini.

Sakit perut sebagai sebuah peringatan

Semua orang pernah mengalami sakit perut, tetapi dalam situasi dan bentuk yang berbeda. Terdapat beberapa karakteristik dari sakit perut: penyempitan, kontraksi, meremas, atau sakit ringan. Rasa sakit yang berbeda-beda ini adalah tanda-tanda peringatan untuk berbagai macam penyakit. Menurut Dokter Siriwat Arnantapunpong, seorang dokter spesialis bidang gastroenterologi dan hepatologi, terdapat dua jenis sakit perut berdasarkan daerah terjadinya rasa sakit:
+Rasa sakit pada perut bagian atas: di atas pusar, biasanya melibatkan perut, hati, kandung empedu, limpa, dan pankreas
+Rasa sakit pada perut bagian bawah: di bawah pusar, biasanya melibatkan usus besar, usus kecil, usus buntu, ginjal, dan rahim.
 
“Saat pasien mengeluhkan sakit perut, hal pertama yang ditanyakan oleh dokter adalah di mana mereka merasa sakit sehingga dokter dapat mencari tahu organ mana yang menyebabkan rasa sakit”, kata Dokter Siriwat.
 
 

“Gatroskopi adalah teknik yang paling banyak dipilih karena cepat dan efektif. Tidak memakan waktu lebih dari lima menit.”

Dokter Siriwat Arnantapunpong
dr. siriwat arnantapunpong gastroenterology
“Kemudian dokter akan memfokuskan pemeriksaan dan tes pada daerah tersebut untuk mendiagnosa dengan cepat penyebab rasa sakit dan memulai pengobatan secepatnya.”

Dua jenis penyakit yang menyebabkan sakit perut:

  1. Keadaan setelah operasi dan penyakit, seperti usus buntu, sindrom usus bocor, gangguan usus, peritonitis akut atau peradangan usus, kanker usus dan batu empedu. Bedah terbuka atau bedah endoskopi adalah satu-satunya cara mengobati penyakit ini.
  2. Kondisi medis dalam dan penyakit, seperti gangguan pencernaan, perut kembung, gas lambung yang berlebihan, penyakit hati, dan infeksi usus.

Seperti apa penyakit perut Dispepsia?

Dispepsia menyebabkan penyempitan, rasa terbakar, nyeri kolik pada daerah di sekitar pertengahan perut, di atas pusar atau daerah epigastrium (bagian atas tengah perut). Hal ini bisa berupa nyeri akut dan kronis.
 
Sakit perut akut adalah rasa sakit yang parah yang belum pernah dirasakan oleh pasien sampai sekarang. Dokter akan berhati-hati ketika mendiagnosa dan mengobati sakit perut akut karena penyakit lain, seperti batu empedu atau pankreatitis, juga bisa menyebabkan rasa tidak nyaman yang tidak tertahankan.
 
Sakit perut kronis adalah tingkat rasa sakit yang paling umum. Rasa sakit ini akan datang dan hilang secara terus-menerus paling tidak selama satu bulan. Rasa sakit ini berhubungan dengan kapan dan apa  yang kita makan, merasa tidak nyaman ketika lapar atau terlalu kenyang. Rasa sakit jenis ini biasanya bisa kita tahan. Dengan kebiasaan makan yang teratur atau dengan antasida, kondisi anda akan membaik.
 
Dokter Siriwat menjelaskan bahwa penyakit perut yang bisa menyebabkan rasa sakit kronis termasuk diantaranya adalah radang usus parah, tukak lambung atau kanker lambung. Di antara kasus-kasus dispepsia kronis, dari beberapa kasus sakit perut kronis, beberapa bisa menyebabkan penyakit-penyakit ini dengan persentasi 20 sampai 25 persen.
 
Perut juga bisa mengalami penyakit bahkan ketika tidak ada keanehan pada organ itu sendiri. Sebaliknya, penyakit dan rasa sakit datang dari gangguan fungsi sistem pencernaan. Sebagai contoh, sakit perut bisa terjadi ketika kontraksi perut dan usus tidan tersinkronisasi, atau terdapat asam yang berlebihan di dalam perut, tetapi tidak cukup untuk menjadi penyakit maag. Kondisi ini menyebabkan 70 sampai 75 persen masalah di mana pasien mencari pengobatan dari dokter.
 
Kondisi perut yang berhubungan dengan asam, tidak selalu disertai dengan sakit perut. “Banyak pasien yang datang menemui dokter karena mereka muntah darah atau kotoran berwarna hitam disebabkan oleh asam berlebihan, yang menyebabkan terbukanya luka dan pendarahan di bagian perut. Situasi yang lain adalah rasa mulas di perut yang disebabkan oleh surutnya asam di bagian perut yang menyebabkan jaringan esofagus meradang. Dalam beberapa kasus, peradangan naik sampai ke tenggorokan, yang menyebabkan batuk tiba-tiba. Semua gejala ini berhubungan dengan perut,” kata Dokter Siriwat. 

Diagnosa

Untuk menemukan dan mendiagnosa sakit perut kronis, dokter memeriksa riwayat medis pasien dan melakukan pemeriksaan fisik secara rutin. Metode yang paling efektif dan banyak digunakan adalah gastroskopi. Dengan metode ini, dokter mengumpulkan sampel jaringan untuk menemukan luka patologis dan mencari bakteri helicobacter pylori (H. pylori), yang menyebabkan bermacam penyakit lambung. Dokter bisa melakukan prosedur ini secara bersamaan.
 
"Gastroskopi adalah metode yang disukai karena cepat dan efektif," kata Dokter Siriwat. "Prosedur ini memakan waktu tidak lebih dari lima menit. Dokter memberikan obat tidur jangka pendek yang aman sebelum memasukkan teropong dari mulut ke dalam saluran pencernaan. Metode ini membantu dokter secara cepat menemukan penyebabnya dan segera melanjutkan ke pengobatan."
Selain gastroskopi, dokter bisa melakukan diagnosa dengan menggunakan CT scan dan USG terutama jika pasien memiliki kondisi akut. Selain gastroskopi, metode lain yang digunakan untuk mencari H. pylori adalah tes darah atau tes napas, di mana pasien hanya perlu menghembuskan napas ke dalam sebuah alat.

Pengobatan dan pencegahan

Untuk pasien dengan tukak lambung dan radang perut yang tidak disebabkan oleh H. pylori, dokter akan meresepkan antasid untuk mengurangi asam pada perut dan membantu agar luka sembuh lebih cepat. Dokter juga akan memberikan obat yang berguna untuk melindungi jaringan perut dari penyakit H. pylori yang bisa disembuhkan sepenuhnya dengan meminum obat antibiotik selama dua minggu.
 
Untuk dispepsia yang berhubungan dengan disfungsi perut dokter terkadang akan meresepkan obat yang disebut dengan prokinetik. Prokinetik membantu gerakan lambung dan usus dalam membantu perut dan kerongkongan berfungsi dengan lebih baik.
 
Dispepsia bukan penyakit yang parah. Tetapi jika pasien membiarkannya maka akan terjadi komplikasi yang berlanjut dengan pendarahan perut, perforasi, dan gangguan lambung, beberapa diantaranya bisa berakibat fatal.
 
Karena itu, Dokter Siriwat menganjurkan orang-orang untuk hanya memakan makanan yang dimasak dengan matang, bersih, tidak terlalu pedas, dan makan secukupnya. Pengendalian stress, alkohol, dan pantangan meminum kopi dan berhati-hati dalam mengambil obat yang bisa mengganggu perut adalah faktor-faktor penting dalam mencegah dispepsia. Ikuti kebiasaan ini dan perut Anda tidak akan menderita dispepsia.
 

h-pylori

 

Curigai H. pylori

 


Helicobacter pylori merupakan penyebab utama radang perut kronis, ulkus peptikum, tukak lambung, kanker lambung dan limfoma lambung. Data menunjukkan bahwa saat ini ada lebih dari 2 miliar orang yang terinfeksi bakteri ini di seluruh dunia.
 
Di Thailand, sekitar 40 persen pasien dispepsia terinfeksi bakteri ini. Kasus kebanyakan terjadi di bagian utara dan timur laut sebelum dikonsumsi.
 


 

Jangan membuang waktu untuk penyakit ini

 

+Sakit perut yang disertai muntah

+Berubahnya rasa sakit perut dari yang merasa terbakar, menjadi seperti diremas, rasa sakit yang terkontraksi atau menjadi lebih menyakitkan

+Anemia, kemungkinan karena kehilangan darah melalui luka di perut 

+Mata kekuningan

+Kurangnya berat badan sebanyak 10% dalam waktu 1 sampai 2 bulan 

+Memakan antasida selama 1 sampai 2 minggu tapi tidak bertambah baik atau menderita komplikasi lainnya

 

 

Posted by Bumrungrad International