Manajemen Berat Badan Yang Baik Meningkatan Kesehatan Dan Kualitas Hidup

Manajemen berat badan yang baik meningkatan kesehatan dan kualitas hidup 

Manajemen berat badan adalah sebuah pendekatan yang dipakai untuk menangani tingginya jumlah peningkatan penderita obesitas.

Dengan terus meningkatnya jumlah penderita obesitas, demikian juga semakin meningkatnya jumlah orang yang menderita masalah kesehatan yang terkait dengan obesitas – mulai dari kondisi tulang dan sendi yang menyakitkan sampai dengan penyakit yang dapat mengancam jiwa seperti misalnya diabetes, stroke, dan juga penyakit jantung.

Permasalahan obesitas di Asia semakin menjadi parah, demikian pula jumlah orang yang mengalami kelebihan berat badan di Thailand dan juga di seluruh Asia juga semakin bertambah, mereka menderita penurunan kesehatan dan kualitas hidup sebagai konsekuensi buruk dari obesitas.

Obesitas tidak lagi menjadi permasalahan yang hanya terjadi pada negara-negara Barat. Jumlah penduduk Thailand yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas semakin tumbuh berkembang mencapai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Menurut statistik terbaru yang tersedia dari Kementrian Kesehatan Masyarakat Thailand, pada tahun 2011, jumlah penderita obesitas mengalami tingkat peningkatan tercepat pada laju tahunan dalam satu dekade terakhir.

Tingkat penderita obesitas di Thailand (bagi mereka yang berusia 15 tahun keatas) saat ini menempati urutan tertinggi kelima di kawasan Asia Pasifik. Dengan menggunakan laju pertambahan rata-rata saat ini, jumlah warga Thailand yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas sekarang berjumlah sebanyak 17 juta, jumlah ini akan meningkat dengan tambahan sebanyak empat juta orang setiap tahunnya.

Tantangan untuk menurunkan kelebihan berat badan dan mempertahankan berat badan yang sehat melibatkan isu kesehatan yang kompleks dan saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Kebingungan masyarakat atas informasi yang saling bertentangan, taktik pemasaran yang agresif, dan pilihan alami untuk mendapat solusi yang cepat dan tanpa rasa sakit hanyalah menambah tantangan yang ada saat ini.
 

Dr-Nopawan.jpg

Pendekatan yang terintegrasi

Untuk pemahaman yang lebih mendalam tentang cara menurunkan berat badan dan cara mengontol berat badan secara sehat, Better Health mengundang satu tim yang terdiri oleh beberapa dokter dari Pusat Manajemen Berat Badan Bumrungrad untuk berbagi wawasan dan keahliannya.

Dr. Nopawan Kittivat, seorang spesialis di bidang endocrinology, mencatat bahwa kelebihan berat badan dan juga obesitas adalah kondisi medis yang kronis dan paling tepat ditangani melalui pendekatan yang terfokus pada perubahan pola makan dan kebiasaan berolahraga. “Modifikasi gaya hidup yang sukses membutuhkan motivasi dan kemauan yang kuat, namun hasil jangka panjangnya dapat dinikmati secara signifikan untuk waktu yang lama”, kata Dr. Nopawan.


"Pada teorinya, berpuasa selama beberapa hari dapat mengakibatkan penurunan berat badan yang signifikan," jelas Dr. Nopawan. "Namun hasil yang didapat sifatnya sementara dan akan cepat berlalu, berat badan yang sudah berhasil turun akan hampir selalu kembali." Hal itu dikarenakan penurunan berat badan yang semula didapat terutama berasal dari air dan massa otot. "Dalam jangka panjang," kata Dr Nopawan, "menurunkan berat badan akan menjadi lebih sulit karena pasien akan memiliki massa otot yang lebih sedikit dari sebelumnya."

Menurut Dr. Chulaporn Roongpisuthipong, spesialis bersertifikat US-board dalam bidang nutrisi klinis, pasien perlu untuk mempertahankan kontrol tidak hanya untuk jenis makanan yang mereka makan, tetapi juga mengenai ukuran porsi yang mereka konsumsi. Program manajemen berat badan yang paling sukses adalah program yang dapat disesuaikan secara individual untuk situasi yang unik pada setiap pasien.

"Kami menggunakan analisis komposisi tubuh untuk memahami kebiasaan makan dan untuk mengetahui apakah makanan yang tepat sedang dikonsumsi, dan juga dalam jumlah yang tepat," kata Dr. Chulaporn, "Di Bumrungrad, kami menggabungkan konsep pertukaran makanan ke dalam rencana manajemen berat badan pasien. Berbagai pilihan yang ditawarkan melalui program pertukaran makanan memberikan pasien kesempatan yang lebih baik untuk sukses dalam jangka panjang. "

Rencana harian untuk seorang pasien mengandung pedoman ukuran porsi dan juga mengklasifikasikan makanan ke dalam enam kategori. “Makanan di masing-masing kategori memiliki nilai gizi dan kalori yang kurang lebih sama," catat Dr. Chulaporn. "Pasien memiliki banyak pilihan yang dapat digunakan secara silih berganti - yang telah dibuktikan oleh penelitian bahwa hal tersebut merupakan faktor penting untuk membuat perubahan kebiasaan diet yang berkelanjutan.”

Dr-Chulaporn.jpg

Mengukur lemak

Obesitas adalah istilah medis untuk akumulasi lemak yang berlebihan dan cukup untuk menyebabkan masalah kesehatan. Body Mass Index (BMI) dan pengukuran lingkar pinggang adalah metode yang paling sering digunakan untuk mengukur lemak tubuh.

BMI adalah alat pengukuran yang berguna namun masih tetap memiliki keterbatasan. BMI akan mengklasifikasikan binaragawan, orang yang sangat atletis dan juga mereka yang berotot sebagai kategori obesitas, meskipun pengujian komposisi tubuh kemungkinan besar akan menunjukkan bahwa mereka tidak mengalami obesitas. Dua orang dapat memiliki berat badan yang sama walaupun memiliki komposisi tubuh yang sangat berbeda – yang satu mungkin memiliki tingkat lemak tubuh yang tinggi sementara yang lainnya memiliki massa otot yang lebih signifikan.

Peran obat-obatan

Banyak pasien yang mempunyai obesitas juga menderita satu atau lebih kondisi metabolik yang terkait seperti misalnya diabetes dan juga hipertensi. "Ketika obesitas pasien menyebabkan komplikasi kesehatan, dokter sering memberikan resep obat yang mempromosikan penurunan berat badan secara cepat tanpa merugikan kesehatan secara keseluruhan," jelas Dr Nopawan. "Modifikasi gaya hidup saja tidak selalu efektif untuk pasien-pasien ini, dan olahraga cenderung lebih sulit karena obesitas merupakan penyebab utama dari masalah persendian."

Pasien yang mengkonsumsi obat-obatan harus dimonitor secara ketat untuk mengantisipasi terjadinya komplikasi potensial atau efek samping. "Ketika tujuan penurunan berat badan telah tercapai," catat Dr. Nopawan, "pasien dengan tekanan darah tinggi, diabetes, permasalahan sendi, atau penyakit ginjal biasanya akan mengalami peningkatan kesehatan yang terlihat secara nyata."

Penanganan dengan metode operasi

Untuk pasien yang mengalami obesitas dengan tingkat yang tidak wajar (didefinisikan sebagai mereka yang memiliki Body Mass Index lebih dari 40) - dan untuk beberapa pasien yang diklasifikasikan sebagai penderita obesitas yang memiliki masalah kesehatan terkait yang serius – penurunan berat badan secara efektif sering menjadi suatu keharusan. Ketika pasien dalam dua kelompok BMI ini tidak mampu mencapai berat badan yang diinginkan melalui kombinasi perubahan gaya hidup dan juga obat-obatan, dokter mungkin akan menyarankan pasien untuk melakukan operasi bariatrik atau jenis lain dari prosedur bedah untuk mencapai penurunan berat badan yang diperlukan.

Operasi bariatrik adalah prosedur perawatan yang sangat efektif dalam mengurangi sejumlah potensi resiko kesehatan terkait dengan obesitas yang telah mencapai tingkat yang tidak wajar. "Dalam mengevaluasi kecocokan pasien untuk menjalani operasi bariatrik, dokter melihat baik jumlah BMI pasien dan juga kondisi kesehatannya secara keseluruhan," catat Dr. Theerapol Angkoolpakdeekul, spesialis dalam operasi laparoskopi.

"Pasien dari negara barat yang diklasifikasikan sebagai mereka yang memiliki obesitas dengan tingkat yang tidak wajar (salah satu contohnya adalah memiliki BMI di atas 40) adalah mereka yang kemungkinan akan memperoleh keuntungan terbesar dari menjalani prosedur operasi bariatrik.", katanya. "Operasi mungkin juga menjadi pilihan terbaik bagi pasien dengan BMI sekitar 35, terutama jika mereka memiliki kondisi kronis terkait seperti GERD, sleep apnea obstruktif, diabetes atau penyakit jantung, maupun ada riwayat keluarga yang menderita penyakit arteri koroner. "

DR-Theerapol.jpg

Dua macam prosedur operasi

Ada dua macam jenis utama dari operasi bariatrik. Jenis pembedahan yang pertama melibatkan pengurangan ukuran perut untuk membatasi jumlah makanan yang dapat dikonsumsi pasien. Pengurangan ukuran perut dapat dilakukan melalui gastric banding atau dengan mengangkat sebagian perut melalui prosedur operasi.

Prosedur jenis kedua melibatkan proses partisi perut bagian atas dengan teknik operasi sekaligus bersamaan dengan teknik bypass yang mengurangi volume makanan yang dapat dicerna pasien.

"Bertahun-tahun yang lalu, operasi bariatrik adalah operasi yang bersifat sangat invasif dan mengakibatkan perubahan signifikan pada struktur sistem pencernaan pasien, selain itu prosedur ini juga memiliki sejumlah komplikasi yang potensial," jelas Dr. Theerapol. "Generasi terkini menggabungkan teknologi laparoskopi yang berifat kurang invasif, teknologi ini memberikan trauma yang lebih sedikit dan juga pemulihan yang lebih cepat."

Keberhasilan yang dapat dinikmati seumur hidup

Tingkat komplikasi pasca-operasi saat ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan operasi pada generasi sebelumnya. "Kebanyakan pasien hanya perlu tinggal selama beberapa hari di rumah sakit," kata Dr. Theerapol. "Penelitian telah menunjukkan bahwa pasien dengan obesitas yang menjalani operasi penurunan berat badan lebih memungkinkan untuk memiliki keberhasilan jangka panjang dalam mengendalikan berat badan mereka."

Obesitas tidak ada hubungannya dengan estetika atau penampilan fisik. Ini adalah kondisi medis serius yang digambarkan sebagai bom waktu, mengintai secara diam-diam sementara kondisi kerusakan kesehatan terus memburuk. Mengontrol berat badan secara seimbang membutuhkan motivasi dan komitmen jangka panjang. Hal ini juga membutuhkan pengawasan oleh profesional untuk memastikan penurunan berat badan dapat dicapai dengan cara yang sehat, sehingga pasien mendapatkan kesempatan terbaik untuk mencapai keberhasilan yang dapat dinikmati seumur hidup.

test-thailand.jpg

Obesitas, nyeri persendian, dan osteoarthritis

Memiliki berat badan berlebih memberikan tekanan yang lebih berat pada persendian yang bertugas untuk menahan berat, terutama pada bagian lutut dan pinggul. Obesitas yang dialami secara bertahun-tahun meningkatkan resiko dari berbagai kondisi persendian yang menyakitkan – misalnya masalah peradangan, keseimbangan dan mobilitas, dan juga osteoarthritis. Badan yang aktif bergerak menghasilkan efek penambahan berat yang harus ditahan oleh sendi secara berkali lipat. Berjalan kaki menyebabkan kenaikan tiga kali lipat dalam tekanan pada sendi yang bertugas untuk menahan beban, sedangkan berlari ataupun menaiki tangga akan memberikan kelipatan tujuh sampai sepuluh kali dari berat badan seseorang. Misalnya, jika berat badan anda 50 kg., lutut anda harus menanggung beban setara dengan 150 kg ketika anda berjalan, dan sebanyak 500 kg selama anda berlari atau naik tangga. Degenerasi sendi yang terjadi secara dini adalah salah satu masalah kesehatan terkait dengan obesitas yang paling umum. Menjaga berat badan anda di bawah kontrol merupakan dasar dari kesehatan tulang dan sendi yang baik dan berkelanjutan, dan juga untuk melindungi kualitas hidup anda dalam jangka panjang.

Posted by Bumrungrad International