Kanker Usus Besar

Kanker Usus Besar

Apakah saya benar-benar perlu untuk melakukan prosedur colonoscopy?

Prosedur rawat jalan berteknologi tinggi ini memainkan peran penting dalam pencegahan dan pendeteksian kanker usus besar secara dini. Semakin cepat kanker usus besar dapat dideteksi, semakin besar pula kemungkinannya untuk dapat ditangani secara sukses dan semakin kecil pula trauma yang dialami pasien.

Kanker usus besar adalah penyakit yang serius dan dapat mengancam keselamatan jiwa pasien, namun penyakit ini juga dapat diantisipasi, dirawat dan juga disembuhkan apabila terdeteksi secara lebih dini. Majalah Better Health berbincang dengan Dr. Poungpen Sirisuwannatash, seorang spesialis dalam bidang gastro-enterology (perut dan usus) dan juga hepatology (hati) di Rumah Sakit Internasional Bumrungrad, untuk mengetahui secara lebih lanjut mengenai prosedur colonoscopy dan kegunaannya dalam mendeteksi kanker usus besar, dan siapa saja yang dianjurkan menjalani prosedur ini.

Better Health: Apakah kanker usus besar adalah ancaman kesehatan yang secara signifikan terjadi di Thailand?

dr-poungpen.jpg

Dr. Poungpen: Kanker usus besar adalah jenis kanker yang menempati urutan keempat paling sering dijumpai bagi masyarakat Thailand. Pada kaum pria, kanker usus besar menempati urutan ketiga diantara semua jenis kanker, kanker ini juga menempati urutan kelima bagi wanita Thailand. Secara keseluruhan, jumlah terjadinya kasus tersebut terus mengalami penambahan.

Better Health: Bagaimana seseorang dapat mengetahui apabila dia memiliki resiko yang tinggi, ataupun mungkin sudah memiliki kanker usus besar?

Dr. Poungpen: Sebagian besar pasien tidak mengetahui jika mereka sudah memiliki kanker tersebut. Kanker usus besar biasanya terdeteksi dalam salah satu dari tiga cara berikut:

- Dalam jumlah persentase yang kecil, kanker usus besar dapat terdeteksi saat pasien yang memiliki kesadaran kesehatan yang tinggi melakukan check-up secara berkala, pendeteksian kanker usus besar termasuk juga dalam proses check-up tersebut.

- Cara kedua melibatkan pasien yang berkonsultasi dengan dokter saat mereka menyadari adanya sesuatu yang tidak beres dan mencurigakan dalam tubuh mereka. Beberapa pasien dalam grup ini kadang terdeteksi hanya memiliki polyps atau tumor yang tidak berpotensi kanker, kedua hal ini dapat ditangani secara sukses.

- Cara ketiga melibatkan pasien yang berkonsultasi dengan dokter hanya setelah mereka menyadari adanya gejala yang serius seperti ditemukannya darah pada kotoran. Beberapa dari pasien yang terdapat dalam grup ini didiagnosa dengan kanker usus besar yang sudah berkembang melebihi tahap awal.

Better Health: Apa yang harus kita cermati dalam melihat gejala yang ada?

Dr. Poungpen: Kanker usus besar dapat dicegah, terutama karena tahap pra-kanker cenderung bertahan cukup lama dan tes medis sudah mampu mendeteksinya selama tahap pra-kanker ini. Meski demikian, gejala kanker ini terbukti susah untuk dikenali, beberapa pasien bahkan tidak merasakan adanya gejala apapun selama tahap awal kanker.

Gejala yang umum terjadi semacam diare, sembelit, dan juga perut kembung mudah disalahartikan sebagai gangguan gastro-intestinal ringan. Beberapa orang menganggap buang air besar yang disertai dengan darah mengindikasikan gangguan wasir. Banyak pasien menganggap gejala seperti itu tidaklah bahaya dan tidak perlu sampai repot datang memeriksakan diri ke dokter.

Saya selalu menyarankan pasien untuk memperluas pemikiran tentang kapan mereka harus berbicara dengan dokter tentang kondisi kesehatan mereka. Banyak pasien hanya dating menemui dokter ketika mereka membutuhkan perawatan terhadap kondisi kesehatan ataupun penyakit yang mereka derita, namun sebenarnya dokter dapat sangat membantu dalam hal pencegahan penyakit.

Check-up medis yang dilakukan secara berkala sangatlah penting untuk mendeteksi masalah-masalah yang sifatnya kecil sebelum mereka tumbuh menjadi ancaman yang jauh lebih serius. Mereka yang memiliki kesehatan yang secara keseluruhan baik dan tidak memiliki riwayat kanker pada keluarga umumnya tetap harus menjalani colonoscopy untuk medeteksi kanker pada usia 50.

Better Health: Prosedur lain apakah yang dapat digunakan untuk mendeteksi kanker usus besar?

Dr. Poungpen: Kami memiliki tes lain yang dapat anda pilih – pilihan utama biasanya pemeriksaan kotoran yang diuji di laboratorium dan juga pengujian enema barium- tetapi pilihan tersebut cenderung kurang akurat dibandingkan dengan colonoscopy. Pasien yang menginginkan prosedur yang sifatnya kurang invasif dapat memilih colonoscopy virtual untuk hasil yang lebih rinci dibandingkan dengan X-ray enema barium yang sifatnya tradisional. Prosedur colonoscopy virtual tersebut mampu mendeteksi sekitar 60 sampai 90 persen polip yang ukurannya lebih besar dari 0,6 cm. Jika ada polip yang terdeteksi selama colonoscopy virtual, colonoscopy total biasanya diperlukan sehingga prosedur biopsi dapat dilakukan.

Ketika proses penyaringan menunjukkan gejala yang secara signifikan mengarah ke adanya kanker, dokter biasanya akan menjadwalkan colonoscopy secara keseluruhan sebelum nantinya memutuskan strategi pengobatan yang tepat. Perlu dicatat bahwa prosedur colonoscopy untuk penyaringan kanker usus besar diterima secara luas oleh komunitas kesehatan global sebagai alat yang efektif untuk pencegahan kanker - dan colonoscopy secara keseluruhan adalah standar emas yang dipakai.

Colonoscopy dapat mendeteksi pertumbuhan jaringan abnormal yang dapat menyebabkan masalah di kemudian hari seperti peradangan atau polip. Kadang memang diperlukan untuk ditemukannya polip agar pasien sepenuhnya menyadari pentingnya tes penyaringan medis.

Better Health: Apa yang akan terjadi apabila colonoscopy mendeteksi adanya permasalahan?

Dr. Poungpen: Jika polip atau tumor yang bersifat pra-kanker ditemukan dalam usus besar, biasanya prosedur pengangkatan polip atau tumor tersebut akan segera dilakukan. Pasien akan kembali diklasifikasikan dalam kelompok berisiko tinggi yang akan diamati secara berkala.

colon-disorder.jpg

Jika tidak ada masalah yang ditemukan, pasien dapat secara aman dikatakan akan tetap terbebas dari kanker usus besar setidaknya selama lima sampai sepuluh tahun kedepan. Studi menunjukkan bahwa prosedur penyaringan medis dapat mengurangi angka terjadinya masalah dan juga angka kematian yang disebabkan oleh kanker usus besar sebesar 23-31 persen, sebuah angka penurunan yang cukup signifikan.

Better Health: Keterbatasan maupun permasalahan lain apakah yang pasien harus ketahui?

Dr. Poungpen: Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa prosedur colonoscopy tidak begitu murah, biayanya lebih dari sekedar pengujian kotoran atau penggunaan X-Rays. Namun biaya tersebut tidak begitu berarti dibandingkan dengan biaya pengobatan kanker, yang mungkin melibatkan operasi, kemoterapi, dan juga terapi radiasi. Biaya pengobatan kanker secara eksponensial lebih tinggi daripada colonoscopy - dan pengobatan tersebut bersifat mengganggu kualitas hidup pasien. Pencegahan dan pengurangan risiko adalah investasi yang memberikan manfaat besar yang dapat dinikmati selama bertahun-tahun kedepan.

colon-disorder-treatment.jpg

       Prosedur colonoscopy untuk penyaringan kanker usus      besar adalah alat yang efektif untuk pencegahan kanker.  Secara keseluruhan Colonoscopy adalah standar emas yang  dipakai.  

 Dr. Poungpen Sirisuwannatash

Sebuah colonoscopy bukanlah prosedur rutin yang dapat dilakukan oleh setiap dokter. Dokter harus menjalani pelatihan yang ekstensif dan juga pengembangan keterampilan yang luas sebelum diperbolehkan untuk melakukan colonoscopy pertama mereka.

Sama halnya dengan semua jenis perawatan dan prosedur medis, ada risiko dan efek samping yang pasien harus ketahui: efek yang terkait dengan anestesi, gangguan tidur obstruktif seperti sleep apnea, pendarahan di usus atau perforasi usus hanya pernah terjadi dalam jumlah yang sangat kecil dalam kasus yang ditangani oleh dokter berpengalaman.

Better Health: Secara keseluruhan, haruskah pasien mengkhawatirkan keamanan prosedur colonoscopy?

Dr. Poungpen: Ribuan prosedur colonoscopy dilakukan setiap harinya tanpa terjadi permasalahan.

Efek samping dan komplikasi juga jarang sekali terjadi. Misalnya, perforasi usus hanya pernah terjadi sekali dalam setiap 3,000 sampai 5,000 kasus colonoscopy.

Sebelum melakukan prosedur colonoscopy, dokter akan menjelaskan pasien tentang resiko, kemungkinan terjadinya komplikasi, dan juga efek samping potensial. Mereka yang memakai obat trombolitik biasanya akan diinstruksikan untuk berhenti mengkonsumsinya selama sekitar satu minggu. Seorang dokter ahli anastesi dapat hadir untuk memantau pasien dengan berat badan lebih, orang dengan gangguan sleep apnea obstruktif, dan juga pasien yang berleher pendek atau memiliki gangguan kardiovaskular.

Tidak ada seorangpun yang harus melalui trauma untuk berjuang melawan kanker usus besar. Penyakit ini secara garis besar dapat dicegah dan biasanya akan merespon secara baik terhadap pengobatan yang diberikan apabila terdeteksi secara awal. Saya mendorong pasien untuk tidak melewatkan prosedur penyaringan colonoscopy mereka; itu adalah prosedur yang menawarkan perlindungan luar biasa terhadap ancaman kesehatan yang serius. 
Posted by Bumrungrad International