Jangan Anggap Remeh Aritmia Jantung

TAGS:
Perasaan pusing atau berkunang-kunang, jantung yang berdebar, kehabisan nafas, nyeri di dada atau pingsan mungkin menandakan aritmia jantung, detak jantung secara tidak teratur yang secepatnya memerlukan perawatan medis.
 
 
Aritmia jantung adalah istilah medis untuk detak jantung abnormal, apakah itu terlalu cepat maupun terlalu lambat. Aritmia biasanya terjadi karena perubahan di sistem konduksi elektrik jantung; Detak jantung tidak teratur bisa mengganggu efisiensi sirkulasi darah yang mengalir ke seluruh tubuh dan meningkatkan resiko gagal jantung 
 
Detak jantung diatur oleh konduksi elektrik yang mengirimkan sinyal dari serambi kanan atas jantung ke serambi kiri, lalu turun ke bilik di bawahnya. Saat sinyalnya berjalan, jantung berkontraksi dan memompa darah yang kaya akan oksigen ke bagian tubuh lainnya. Sistem elektrik jantung bisa memperlambat atau mempercepat detak jantung tergantung tingkat aktifitas tubuh; detak jantung normal saat beristirahat sekitar 50 sampai 100 detakan per menit.
 
 
Saat detak jantung pasien menjadi tidak teratur, detakannya mungkin terlalu cepat, terlalu lambat, terlambat berdetak atau berdetak terlalu cepat — semua ini ada di dalam definisi aritmia jantung. Beberapa jenis aritmia tidak dianggap signifikan secara klinis atau berbahaya, tapi di kasus yang lebih serius bisa mengancam nyawa.
 
Kalau anda mengalami tanda-tanda berikut – pusing atau berkunang-kunang, jantung berdebar, kehabisan nafas, nyeri di dada atau pingsan – penting untuk segera mendapatkan pertolongan medis. Beberapa pasien tidak mengalami tanda atau gejala dan hanya mengetahui aritmia mereka saat pemeriksaan kesehatan atau saat mencari bantuan medis untuk kondisi yang tidak berhubungan. 
 
Kebanyakan jenis aritmia jantung bisa didiagnosa dengan menggunakan tes EKG (elektrokardiogram). Beberapa jenis aritmia tidak terdeteksi melalui EKG, terutama jika detak jantung tidak teraturnya singkat dan berselang-seling. Untuk kasus seperti itu, tersedia tes diagnose lainnya, seperti tes latihan stress, tes monitor Holter (mengukur kegiatan elektrik kardiovasular selama 24 sampai 48 jam), atau studi elektrofisiologi jantung yang dilakukan dengan cara memasukan kateter melalui pembuluh darah ke bilik dan serambi jantung. Ujung kateter merekam konduksi listrik jantung dan membantu menunjukkan area yang bermasalah. 
 
 
Perawata optimal untuk aritmia jantung tergantung pada penyebab, gejala, lokasi masalahnya dan tingkat keparahannya. Beberapa jenis aritmia tidak memerlukan perawatan medis. Saat memerlukan perawatan, mungkin termasuk di dalamnya kombinasi berikut ini:
 
 

Pengobatan;

Kardioversi – merubah detak jantung yang terlalu cepat menjadi irama normal menggunakan arus listrik atau obat-obatan;
Ablasi kateter – Sebuah prosedur untuk menghancurkan jaringan abnormal yang mungkin menyebabkan aritmia;
Alat pacu jantung atau implant cardioverter defibrillator.  
 
 
Meskipun aritmia jantung tidak selalu bisa dicegah, pasien bisa mengurangi resiko dengan cara mengikuti pola makan sehat dan berolahraga serta menghindari pemicu paling umum aritmia: kopi, alcohol, stress dan merokok.   
 
Diulas oleh Dr. Kriengkrai Jirasirirojanakorn, electrophysiologist bersertifikasi di Pusat Aritmia, Bumrungrad International Hospital.
 
Posted by Bumrungrad International