Jutaan Ancaman Hepatitis B Berkembang di Thailand dan Asia

Virus hepatitis B
Virus hepatitis B sudah ada selama beberapa generasi, tetapi mendapatkan perhatian yang sedikit dari media atau dari masyarakat luas. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi, dan yang serius, kadang konsekuensi mematikan memerlukan waktu puluhan tahun untuk muncul. Tetapi jangan salah, hepatitis B diam-diam menjadi ancaman kesehatan utama bagi jutaan orang di Thailand, dan jutaan orang di seluruh Asia dan di seluruh dunia.

Pengetahuan Dasar Tentang Hepatitis

Kata hepatitis berarti peradangan pada hati, yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Ada banyak jenis hepatitis (A, B, C, D, dan E). Hepatitis A adalah yang paling umum, akan hilang dengan sendirinya dan tidak menyebabkan kerusakan hati dalam jangka panjang. Hepatitis B memiliki konsekuensi yang jauh lebih serius, termasuk luka di jaringan hati, sirosis hati, dan kanker hati. Hepatitis B bisa berakibat fatal.
 
Diperkirakan lebih dari 350 juta orang di seluruh dunia terinfeksi virus hepatitis B, dan hampir 75% dari mereka adalah orang Asia. Thailand memiliki salah satu tingkat infeksi tertinggi; sembilan juta warga Thailand mengidap virus HBV.
 
Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari ancaman serius ini, Better Health berbicara dengan Dr. Virasak Wongpaitoon, MD., seorang gastroenterologis dan hepatologis yang memiliki pengalaman bertahun-tahun mengobati pasien yang terinfeksi hepatitis.

Bagaimana infeksi bisa terjadi?

Hepatitis virus B bisa ditularkan melalui tiga rute utama: berhubungan seksual tanpa memakai kondom, terkena darah atau cairan tubuh seperti air mani atau cairan vagina dari orang yang menjadi karier virus, dan transmisi 'vertikal' dari ibu-ke-anak saat melahirkan. Kebanyakan pasien yang didiagnosa dengan hepatitis B kronis ketika dewasa tertular virus ini pada saat masih kanak-kanak atau saat dalam kandungan. Selain risiko penularan dari ibu ke anak pada saat melahirkan, Dr. Virasak mencatat bahwa anak-anak mempunyai risiko tertular yang lebih tinggi yang dikarenakan aktivitas dan lingkungan mereka. "Ada insiden penularan hepatitis B yang tinggi di tempat-tempat dengan banyak anak-anak," jelasnya. "Di sekolah atau di tempat bermain, anak-anak bermain bersama, dan sangat umum kalau mereka melukai diri mereka sendiri dan menampakkan luka yang terbuka. Karena sistem kekebalan tubuh anak-anak masih berkembang, mereka lebih rentan untuk tertular. "Sistem kekebalan pada kebanyakan anak-anak cukup kuat untuk benar-benar membunuh virus. Di sisi lain, sebagian besar virus ini memang terbunuh, tetapi mereka masih membawa virus itu dan bisa menular pada orang lain. Dalam kasus-kasus serius, virus HBV terbukti terlalu kuat untuk sistem kekebalan tubuh, dan gejala hepatitis B kronis pada akhirnya akan terlihat jelas di usia dewasa (biasanya antara usia 20 dan 40).
 
Dr. Virasak menekankan salah satu aspek yang paling berbahaya dari virus HBV: Kebanyakan orang tidak sadar bahwa mereka telah terinfeksi. "Infeksi ini biasanya tidak menimbulkan gejala apapun, atau hanya gejala ringan seperti demam atau sakit dan nyeri yang hilang dalam beberapa hari," jelasnya. "Ada prevelansi hepatitis B yang tinggi pada orang Thailand karena hanya ada sedikit gejala pada saat terinfeksi. Akibatnya, pasien tidak mencari pengobatan medis, dan penyakit ini terus berkembang, dan akhirnya menularkan virus ini kepada orang lain.

Bahaya pada bayi dan anak

Sebagian besar penularan yang terjadi pada masa dewasa (disebut 'akut'), sistem kekebalan tubuh yang kuat mampu menghasilkan antibodi yang benar-benar membunuh virus HBV dalam beberapa bulan setelah terjadinya penularan. Antibodi ini memberikan perlindungan seumur hidup sehingga pasien tidak tertular kembali. Pasien yang tidak mampu membunuh virus dalam waktu enam bulan akan menghadapi ancaman kesehatan hepatitis 'kronis' di masa depan seperti sirosis dan kanker hati. Dan sebagai karier HBV mereka bisa menularkan virus ini kepada orang lain.
 
Hepatitis B jauh lebih membahayakan saat infeksi ini terjadi pada masa bayi atau masa kanak-kanak. karena sedikit atau tidak adanya gejala yang terjadi pada saat penularan. Bisa bertahun-tahun sebelum anak yang tertular menjalani tes darah untuk hepatitis B. Itu waktu cukup kritis selama bertahun-tahun sebelum berkembangnya sistem kekebalan tubuh sehingga virus HBV bisa memperbanyak  diri dan berkembang sampai pada titik yang menimbulkan kerusakan hati yang serius tanpa terjadinya tanda-tanda yang terlihat atau gejala dari penyakit tersebut.

Vaksinasi dan Pencegahan

Meskipun bersifat serius, hepatitis B bisa dicegah dengan mudah melalui vaksinasi, pemeriksaan kesehatan rutin dan menghindari faktor-faktor yang beresiko menularkan virus.
 
Vaksin terhadap hepatitis B telah terbukti sangat efektif dalam memberikan perlindungan seumur hidup melawan virus tersebut. Sekarang ini, sebagian besar bayi yang baru lahir menerima vaksin ini tidak lama setelah lahir.
 
Menghindari faktor utama yang bisa menularkan virus ini sangat penting untuk mengurangi tingkat penularan HBV. Selain mempraktekkan seks yang lebih aman, "jika Anda belum diuji untuk virus tersebut," Dr. Virasak menyarankan, "atau jika Anda belum divaksinasi, bicaralah dengan dokter Anda. Dan jangan meminjamkan barang pribadi seperti pisau cukur dan sikat gigi. "

Jika menurut anda, anda terinfeksi...

Untuk pasien yang khawatir telah tertular virus HBV, anda bisa melakukan tes darah yang mudah untuk memeriksa kehadiran virus ini di dalam aliran darah anda. Jika virusnya terdeteksi, sangat direkomendasikan untuk mengambil tes tambahan untuk memeriksa keberadaan dari antibodi anda, dan dokter akan meresepkan tes fungsi hati dan tes USG untuk memastikan sejauh mana kerusakan pada hati anda. 
 
Pasien yang baru terinfeksi (orang-orang dengan hepatitis B akut) membutuhkan istirahat yang banyak sampai semua gejala hilang. Di antara pasien yang didiagnosa dengan hepatitis B kronis, mereka yang tidak menunjukkan gejala dan memiliki fungsi hati yang normal biasanya tidak memerlukan pengobatan. Beberapa pasien dengan hepatitis B kronis memerlukan obat yang bisa mengurangi virus HBV secara efektif atau dengan sepenuhnya menghilangkan virus HBV. Dokter anda akan mengatur jadwal untuk pemeriksaan rutin  dan memantau perkembangan penyakit untuk memastikan deteksi dini masalah yang berpotensi terjadi, termasuk sirosis, luka di jaringan dan kanker.
 
Untuk mengurangi risiko terjadinya masalah kesehatan di masa depan, Dr. Virasak merekomendasikan semua pasien dengan HBV "selalu konsultasi dengan dokter anda sebelum meminum obat apa pun, jauhkan diri dari alkohol, biasakan melakukan cek kesehatan rutin, dan menjalani gaya hidup sehat. Itu berarti mengurangi stres, biasakan mengkonsumsi gizi yang baik dan berolahraga dengan baik, dan menghindari faktor-faktor risiko yang bisa menularkan virus ke orang lain. "
 
Posted by Bumrungrad International