Barium Enema

Apa itu Barium Enema?

Barium Enema adalah jenis pemeriksaan radiologi untuk memeriksa kelainan di usus besar. Prosedur ini memeriksa dengan cara memasukkan campuran Barium dan udara ke dalam dubur. Sesudahnya, diambil foto x-ray.


Bagaimana caranya?

Pasien akan diminta untuk memakai baju rumah sakit. Suster akan memasukkan pipa enema ke dalam dubur. Kemudian campuran barium akan mengalir ke dalam dubur, memenuhi seluruh usus besar. Dalam banyak kasus, udara akan digunakan untuk mendorong barium dan menggelembungkan lambung. Foto sinar x-ray akan diambil dan dokter radiologi akan melaporkan hasilnya.


Kenapa ini dilakukan?

Ini adalah pemeriksaan untuk mencari kelainan pada usus besar seperti tumor, kanker, atau kerusakan pada usus besar, dst.


Risiko & komplikasi

Risiko dari barium enema adalah sebagai berikut :

  • Setelah pemeriksaan, pasien mungkin akan merasa sembelit. Karena itu, setelah pemeriksaan, sangat direkomendasikan untuk mengkonsumsi air dan sayur-sayuran dalam jumlah besar. Dalam kasus di mana pasien pernah memiliki sejarah sembelit, obat pencahar bisa digunakan untuk mencegah sembelit. Dokter radiologi akan memutuskan sesuai dengan kasusnya.
  • Dalam kasus yang langka, beberapa pasien mungkin memiliki reaksi alergi terhadap beberapa merek barium sulfat. Karena itu, jika ada sejarah reaksi alergi, pasien harus konsultasi dulu dengan dokter radiologi.
  • Karena pemeriksaan ini menggunakan x-ray, tidak direkomendasikan kepada pasien yang sedang mengandung.
  • Dalam kasus yang langka, terdapat risiko perforasi usus. Barium sulfat mungkin saja bocor dari usus besar dan masuk ke dalam rongga perut dan bisa menyebabkan infeksi. Dalam kasus yang beresiko tinggi, dokter akan mempertimbangkan menggunakan media lain (yang larut dalam air) atau prosedur lain.


Altenatif

Dokter radiologi dapat mendiskusikan pendekatan alternatif untuk prosedur barium enema. Alternatifnya termasuk kolonoskopi dan kolonoskopi virtual .


Kelayakan kandidat

Calon terbaik untuk barium enema adalah sebagai berikut:

  • Pasien yang tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda, sebagian bagian dari prosedur pemeriksaan; atau
  • Pasien yang mempunyai gejala dan tanda-tanda tidak normal seperti kotoran yang berdarah, diare kronis, penurunan berat badan, dan gumpalan di perut.
Rating score: 10,00 of 10, based on 11 vote(s)